Harga Plastik Melonjak, Mendag Cari Pasokan Bahan Baku ke Afrika Hingga India

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Apr 2026, 13:35
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso buka suara terkait merespons wacana pembatasan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart di engah penguatan Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso buka suara terkait merespons wacana pembatasan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart di engah penguatan Koperasi Desa Merah Putih. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons terkait kenaikan harga dan kelangkaan plastik yang terjadi beberapa waktu terakhir. 

Mendag mengungkapkan kondisi ini merupakan dampak langsung gejolak geopolitik di Timur Tengah.

Menurutnya, konflik tersebut mengganggu pasokan nafta, bahan baku utama plastik yang diimpor Indonesia dari Timur Tengah.

"Terkait dengan harga plastic, beberapa hari ini kan memang banyak atau keluhan masyarakat harga plastik naik. Jadi ini bagian dari dampak dari perang. Kita itu, bahan baku plastik itu salah satunya adalah nafta. Nafta itu kita impor dari Timur Tengah," ucap Budi Santoso dikutip, Jumat 3 April 2026.

Baca juga: Harga Plastik Meroket, Naik Hampir Dua Kali Lipat

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah tengah mencari alternatif pengganti atau altrnatif dari negara lain.

"Kita sudah melakukan misalnya Afrika, India dan Amerika. Memang ini butuh waktu, karena kan tiba-tiba dari timur tengah trus pindah ke negara lain," beber Busan.

Oleh karena itu, pihaknya berharap proses ini bisa berjalan dengan baik, sehingga harga bisa kembali normal.

Kemudian ia juga terus berkomunikasi dengan asosiasi dan pelaku industri untuk mendatangkan alternatif lain bahan baku plastik. 

Baca juga: Kekhawatiran Pasokan Plastik Picu Panic Buying, Penjualan Kantong Sampah di Korsel Melonjak Tajam

"Perwakilan kita di luar negeri mencari supplier-supplier baru untuk bisa ekspor masuk ke Indonesia. Karena ini kan tidak terjadi di Indonesia saja. Jadi beberapa perusahaan di Singapura, di Cina, di Korea, dan juga di Taiwan, Thailand juga. Tapi kita untuk bahan baku trus kita lakukan sehingga produksi di dalam negeri normal lagi," tandasnya.

x|close