Serangan AS-Israel Hantam Fasilitas Kesehatan Iran, Pabrik Obat hingga RS Jiwa Rusak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 07:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Seorang wanita berjalan di antara reruntuhan dekat Lapangan Risalat setelah serangan Israel dan AS menyebabkan kerusakan parah di Teheran timur, Iran pada 12 Maret 2026. Setidaknya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. ANTAR Arsip foto - Seorang wanita berjalan di antara reruntuhan dekat Lapangan Risalat setelah serangan Israel dan AS menyebabkan kerusakan parah di Teheran timur, Iran pada 12 Maret 2026. Setidaknya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. ANTAR (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel ke wilayah Iran dilaporkan menghantam fasilitas kesehatan, termasuk pabrik obat kanker dan rumah sakit jiwa, sehingga memicu kekhawatiran global.

Dilansir dari CNN International, Rabu, 1 April 2026 lembaga penyiaran milik pemerintah Iran, IRIB, menyebutkan bahwa serangan tersebut mengenai salah satu produsen obat anti-kanker dan anestesi terbesar di negara tersebut.

Pada awal pekan ini, Rumah Sakit Jiwa Delaram Sina yang baru dibangun di Teheran juga mengalami kerusakan cukup parah akibat serangan yang terjadi di ibu kota. Saat insiden berlangsung pada Senin malam, terdapat sekitar 30 pasien yang masih berada di dalam fasilitas tersebut.

"Pintu dan jendela hancur, dan dinding bangunan juga rusak," kata dokter di RS tersebut.

Baca Juga: KPK Ungkap Dugaan Aliran 30 Ribu Dolar dalam Kasus Kuota Haji

Serangan yang terus berlangsung sejak 28 Februari itu disebut telah meluluhlantakkan berbagai kawasan, menewaskan ratusan orang, serta mengganggu layanan vital. Wakil Menteri Kesehatan Iran mengungkapkan bahwa sedikitnya 190 pusat kesehatan dan fasilitas medis telah terdampak sejak konflik dimulai.

Selain itu, seorang pejabat dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) di Iran melaporkan bahwa 17 fasilitas milik organisasi tersebut turut terkena serangan, sementara hampir 100 ambulans mengalami kerusakan hingga hancur.

"Ini bukan hanya kendaraan. Ini seringkali merupakan satu-satunya harapan yang dimiliki orang-orang ketika bom berjatuhan," kata Maria Martinez, kepala delegasi IFRC di Iran.

x|close