AS Izinkan Tanker Rusia Kirim Minyak ke Kuba di Tengah Krisis Energi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mar 2026, 07:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dan Rusia Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dan Rusia (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Pemerintah Amerika Serikat memberikan izin kepada kapal tanker Rusia yang mengangkut minyak mentah untuk berlayar menuju Kuba. Kebijakan ini diambil setelah Kuba selama berbulan-bulan menghadapi tekanan akibat blokade minyak yang diberlakukan pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Berdasarkan data pelacakan kapal Marine Traffic, tanker yang membawa sekitar 730.000 barel minyak milik pemerintah Rusia tersebut telah berada beberapa mil dari perairan Kuba pada Minggu, 29 Maret 2026 malam waktu setempat. Kapal itu melaju dengan kecepatan 12 knot dan diperkirakan tiba di Matanzas pada Senin malam.

Dilansir dari NY Times, Selasa, 31 Maret 2026, kedatangan pasokan minyak Rusia ini diyakini dapat mengubah arah krisis energi yang tengah memburuk di Kuba. Para analis menilai tambahan pasokan tersebut mampu memperpanjang ketersediaan energi negara itu setidaknya selama beberapa pekan.

Langkah ini juga dinilai dapat mengurangi tekanan terhadap pemerintah Kuba yang tengah menghadapi ancaman krisis ekonomi sekaligus tekanan politik dari Washington. Situasi tersebut menunjukkan bahwa Kuba masih mengandalkan Rusia sebagai mitra strategisnya.

Baca Juga: Rusia Dorong Jalur Diplomasi Usai Ultimatum Donald Trump ke Iran

Saat ini, Kuba berada dalam kondisi hampir kehabisan energi dan hanya mengandalkan sumber terbatas seperti tenaga surya, produksi minyak domestik, serta kiriman bahan bakar dalam jumlah kecil untuk menjaga pasokan listrik tetap berjalan.

Dengan masuknya minyak dari Rusia, pasokan tersebut diperkirakan dapat diolah menjadi berbagai produk seperti diesel, bensin, bahan bakar jet, hingga fuel oil untuk pembangkit listrik.

Analis energi Kuba dari University of Texas, Jorge Pinon, menilai pasokan ini berpotensi membantu menstabilkan sistem kelistrikan, mengurangi pemadaman, serta mendukung sektor transportasi dan pertanian.

Sejak Januari, kebijakan pemerintahan Trump yang menyerupai blokade minyak terhadap Kuba dilakukan dengan mengancam negara-negara yang memasok bahan bakar ke negara tersebut.

Baca Juga: Bahlil Buka-bukaan RI Buka Opsi Impor BBM dari Rusia

Dampaknya, Kuba mengalami pemadaman listrik, kelangkaan bahan bakar, lonjakan harga, hingga penurunan layanan kesehatan. Kebijakan itu juga menuai kritik internasional, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menilai langkah tersebut memicu krisis kemanusiaan.

Sementara itu, Kedutaan Besar Rusia di Meksiko menyatakan solidaritas penuh kepada Kuba dan menegaskan kesiapan Moskow untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Di sisi lain, pemerintah Kuba menegaskan kesiapannya menghadapi tekanan tersebut. Mantan diplomat Kuba, Carlos Alzugaray, menilai kebijakan blokade ditujukan untuk menekan pemerintah, namun pihaknya tetap optimistis mampu bertahan di tengah situasi sulit.

x|close