Ntvnews.id, Canberra - Pemerintah Australia mengambil langkah cepat untuk merespons lonjakan harga bahan bakar dengan memangkas setengah pajak penjualan BBM. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Anthony Albanese pada Senin, 30 Maret 2026 usai pertemuan dengan para pemimpin negara bagian dan wilayah.
Albanese menjelaskan bahwa pemotongan pajak tersebut akan diberlakukan selama tiga bulan, mulai Rabu, 1 April 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan harga bensin dan solar sebesar 26,3 sen per liter, di tengah kenaikan harga energi global yang dipicu krisis minyak akibat konflik di Timur Tengah.
Berdasarkan data Australian Institute of Petroleum (AIP), harga rata-rata nasional bensin tanpa timbal telah mencapai rekor tertinggi sebesar 2,53 dolar Australia per liter pada pekan yang berakhir Minggu, 29 Maret 2026, naik 6,3 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Sementara itu, harga solar juga meningkat signifikan sebesar 9,7 persen menjadi 3,1 dolar Australia per liter.
Baca Juga: Takut BBm Naik, Petani Australia Desak Warga Beralih ke Transportasi Umum
"Kami memahami bahwa warga Australia berada di bawah tekanan serius," kata Albanese pada Senin.
Selain memangkas pajak BBM, pemerintah juga memberikan insentif bagi sektor transportasi. Pungutan penggunaan jalan untuk kendaraan berat berbahan bakar solar yang sebelumnya sebesar 32,4 sen per liter akan dihapus sementara selama tiga bulan guna meringankan beban industri logistik.
Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan berdampak pada berkurangnya pendapatan negara hingga sekitar 2,55 miliar dolar Australia. Meski demikian, pemerintah menilai langkah ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.
Baca Juga: Australia Pangkas Pajak BBM Setengahnya untuk Redam Lonjakan Harga Energi
"Dari sudut pandang ekonomi, berakhirnya konflik di Timur Tengah sangat dinantikan, dan sementara itu, pemerintah sedang meningkatkan berbagai upaya untuk memberikan bantuan di mana pun kami bisa melakukannya dengan cara yang bertanggung jawab," tuturnya.
Di samping itu, Albanese juga mengungkapkan bahwa para pemimpin negara bagian dan wilayah telah menyepakati sebuah rencana nasional terkait ketahanan bahan bakar, yang menjadi dasar koordinasi pemerintah dalam menghadapi tantangan energi ke depan.
(Sumber: Antara)
Harga bahan bakar dipamerkan secara aktual di sebuah pom bensin di Canberra, Australia, pada 20 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Zhang Na) (Antara)