Prancis Longgarkan Standar BBM di Tengah Ancaman Krisis Energi Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2026, 17:05
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Seorang pengendara mengisi BBM di sebuah SPBU di Paris, Prancis, (9/3/2026). (ANTARA/Xinhua/Wu Huiwo/aa.) Arsip - Seorang pengendara mengisi BBM di sebuah SPBU di Paris, Prancis, (9/3/2026). (ANTARA/Xinhua/Wu Huiwo/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Prancis memberikan izin sementara untuk penjualan bahan bakar yang tidak memenuhi standar teknis, sebagaimana dilaporkan media BFMTV pada Kamis 26 Maret 2026.

Kebijakan ini muncul di tengah kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan energi akibat gejolak global.

Meski demikian, Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis Roland Lescure sebelumnya menyatakan bahwa kondisi pasar energi di negaranya masih relatif terkendali dibandingkan negara lain di Uni Eropa.

Baca Juga: EPA Longgarkan Aturan Etanol demi Tekan Harga BBM

Bahan bakar yang diizinkan beredar tersebut diketahui memiliki ketahanan lebih rendah terhadap suhu dingin.

Hal ini disebabkan oleh perbedaan pada titik sumbat filter dingin (cold filter plugging point), yakni suhu tertinggi di mana mesin diesel masih dapat beroperasi dengan normal.

Langkah pelonggaran standar ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kekurangan pasokan solar, seiring meningkatnya tekanan pada pasar energi global.

Dalam kondisi normal, standar di Prancis mengharuskan bahan bakar diesel tetap berfungsi pada suhu hingga minus 15 derajat Celsius.

Namun melalui kebijakan ini, solar yang hanya mampu beroperasi hingga nol derajat Celsius tetap diperbolehkan untuk dijual.

Situasi ini tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pada Sabtu 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil.

Baca Juga: Krisis BBM di Australia, Ratusan SPBU Kosong Imbas Konflik Timur Tengah

Sebagai balasan, Iran melakukan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Eskalasi konflik ini berdampak langsung pada jalur distribusi energi global, termasuk terjadinya blokade de facto di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pengiriman minyak dan gas.

Gangguan tersebut turut memengaruhi produksi serta ekspor energi di kawasan, sekaligus mendorong lonjakan harga energi dunia.

(Sumber: Antara)

x|close