Ntvnews.id , Jakarta - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Jakarta menyoroti ketiadaan fasilitas farmasi konvensional seperti apotek maupun toko obat resmi di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat.
Kepala BBPOM Jakarta Sofiyani Chandrawati Anwar mengungkapkan bahwa di wilayah tersebut masih ditemukan warung yang tidak hanya menjual makanan ringan, tetapi juga obat-obatan serta produk kosmetik.
Baca Juga: BPOM Perkuat Pengawasan, Luncurkan Sentra Informasi Obat dan Makanan Palsu
“Ini perlu mendapat perhatian serius karena sejumlah warung tidak hanya menjual makanan ringan, tetapi juga obat dan kosmetik,” kata Sofiyani di Jakarta, Jumat 27 Maret 2026.
Ia menekankan bahwa peredaran obat tanpa pengawasan yang memadai dapat memicu resistensi antimikroba yang berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat.
“Kepulauan Seribu memiliki karakteristik unik karena di daerah kepulauan itu tak memiliki apotek atau toko obat resmi,” kata dia.
Ia juga menjelaskan bahwa ketiadaan sarana resmi tersebut membuat distribusi berbagai produk, mulai dari jamu, suplemen kesehatan, hingga obat keras dan kosmetik, dilakukan melalui warung ritel kecil.
Sebagai langkah solusi, BBPOM Jakarta merekomendasikan pembentukan Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) guna memperluas jangkauan pengawasan di daerah.
Menurut Sofiyani, pembentukan unit tersebut merujuk pada Peraturan Badan POM Nomor 22 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis yang telah diperbarui melalui Peraturan Badan POM Nomor 3 Tahun 2025.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran Loka POM akan membantu memperpendek rentang pengawasan sekaligus mempermudah masyarakat dalam memperoleh layanan dari Badan POM.
Selain itu, lembaga tersebut juga memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan langsung terhadap peredaran obat dan makanan di wilayah regional.
Melalui upaya ini, diharapkan perlindungan terhadap masyarakat dari produk yang tidak memenuhi standar keamanan dapat lebih optimal.
Baca Juga: BPOM Tarik 8 Kosmetik Berklaim Sensasional, Izin Edar Dicabut
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu telah menjalin kerja sama dengan BBPOM Jakarta untuk memperkuat pengawasan terhadap produk makanan dan obat yang layak konsumsi di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Kepulauan Seribu Aceng Zaeni menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pangan bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Kabupaten Kepulauan Seribu berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan serta menjaga kualitas pangan demi kesehatan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung,” kata Aceng di Jakarta, Jumat 27 Maret 2026.
Ia juga berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan menghasilkan berbagai program strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
(Sumber: Antara)
Kepala BBPOM Jakarta Sofiyani Chandrawati Anwar (kanan) bersama Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Aceng Zaeni dalam rapat yang digelar di Jakarta, Jumat (27/3/2026). ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu (Antara)