BPOM dan AmCham Bahas Penguatan Regulasi serta Peluang Investasi Industri Kesehatan dan Pangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mar 2026, 07:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam diskusi bersama American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham Indonesia) di Jakarta, Kamis (12/3/2026). ANTARA/HO - BPOM Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam diskusi bersama American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham Indonesia) di Jakarta, Kamis (12/3/2026). ANTARA/HO - BPOM (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) bersama American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham Indonesia) membahas perkembangan kebijakan regulasi obat dan makanan di Indonesia serta peluang memperkuat kolaborasi guna mendukung inovasi dan investasi pada industri kesehatan dan pangan.

AmCham Indonesia merupakan asosiasi yang mewakili berbagai perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di Indonesia, termasuk sektor farmasi, pangan, kosmetik, dan produk kesehatan. Organisasi ini juga menjadi wadah komunikasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan industri obat dan makanan memiliki kontribusi ekonomi yang sangat besar sehingga diperlukan regulasi yang efisien dan mendukung investasi.

“Total revenue dari industri obat dan makanan sangat besar. Oleh karena itu, kami ingin memastikan BPOM juga dapat berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui regulasi yang efisien dan kondusif bagi investasi,” kata Taruna Ikrar di Jakarta, Senin.

Baca Juga: BPOM: Pangan Impor Tanpa Izin Edar Terbanyak Berasal dari Malaysia

Untuk mendukung hal tersebut, BPOM terus melakukan berbagai reformasi regulasi guna mempercepat layanan sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha di sektor tersebut.

“Kalau kita percepat (evaluasi izin edar obat) dari 300 hari menjadi 90 hari, banyak biaya yang sebelumnya tidak perlu, bisa diefisiensikan. Bagi industri, waktu menunggu itu adalah cost yang besar,” ujarnya.

Selain mempercepat proses evaluasi obat, BPOM juga meningkatkan efisiensi berbagai layanan lainnya, termasuk percepatan penerbitan Surat Keterangan Impor (SKI) agar arus logistik lebih lancar dan kegiatan usaha dapat berjalan lebih efektif.

Dalam pertemuan itu, Taruna juga menyinggung kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART). Ia menjelaskan bahwa kerja sama tersebut tidak mengurangi kewenangan nasional dalam pengawasan obat dan makanan.

Sebaliknya, kerja sama itu justru dapat meningkatkan efisiensi regulasi melalui pemanfaatan hasil evaluasi dari regulator negara lain sebagai referensi ilmiah melalui mekanisme reliance.

Taruna menambahkan bahwa dialog antara regulator dan pelaku industri menjadi unsur penting dalam membangun ekosistem regulasi yang transparan, adaptif, dan mampu bersaing secara global.

Melalui komunikasi yang konstruktif, kolaborasi antara BPOM dan AmCham Indonesia diharapkan semakin kuat dalam mendukung inovasi, investasi, serta perlindungan kesehatan masyarakat.

Delegasi AmCham Indonesia dalam pertemuan tersebut dipimpin oleh Managing Director Donna Priadi. Hadir pula sejumlah perwakilan perusahaan anggota AmCham seperti PepsiCo, Coca Cola Indonesia, Cargill, Haleon, Reckitt/Mead Johnson, serta L’Oréal Indonesia.

Baca Juga: BPOM Rilis 10 Makanan Olahan Berbahaya yang Dijual Online, Bisa Sebabkan Serangan Jantung

Donna menjelaskan perusahaan-perusahaan Amerika telah hadir dan beroperasi di Indonesia selama puluhan tahun serta menjadi bagian penting dalam perkembangan industri kesehatan dan pangan nasional. Ia juga menyebut Coca Cola Indonesia akan merayakan 100 tahun kehadirannya di Indonesia pada 2027.

Dalam pertemuan tersebut, pihak AmCham menyampaikan komitmen jangka panjang perusahaan-perusahaan Amerika untuk terus berinvestasi di Indonesia dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah guna menciptakan iklim investasi yang stabil dan berkelanjutan.

“Hal yang paling penting bagi investor adalah investment climate dan certainty dari regulasi serta kebijakan untuk terus beroperasi dan berkembang di Indonesia,” ujar perwakilan AmCham.

AmCham Indonesia juga menyampaikan rencana pelaksanaan trade mission pelaku usaha Amerika Serikat ke Indonesia pada April 2026. Agenda tersebut diharapkan dapat membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis baru di berbagai sektor, termasuk kesehatan dan pangan.

Menanggapi rencana tersebut, BPOM menyambut positif serta menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan investasi pada industri kesehatan dan pangan di Indonesia, termasuk pemanfaatan sumber daya alam nasional sebagai bahan baku produk kesehatan dan kosmetik bernilai tambah.

"BPOM menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi investasi selama tetap memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu produk yang beredar di masyarakat," kata Taruna.

(Sumber: Antara)

x|close