Menkeu: Rupiah Masih di Kisaran Rp16.800 per Dolar AS, Fondasi Ekonomi Tetap Kuat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mar 2026, 23:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang disebut-sebut mendekati level Rp17.000 per dolar AS.

Saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026, Purbaya menegaskan bahwa posisi rupiah saat ini masih berada di kisaran Rp16.800 per dolar AS. Menurutnya, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan selama fondasi perekonomian nasional tetap kuat.

“Enggak ah, masih Rp16.800-an. Selama fondasi ekonomi kita bagus, mengendalikan rupiah lebih gampang dibanding kalau ekonomi lagi berantakan,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik yang sehat serta koordinasi yang solid antara pemerintah dan otoritas moneter.

Menurut Purbaya, langkah utama yang perlu dilakukan saat ini adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga serta likuiditas dalam sistem keuangan berada pada tingkat yang memadai.

Baca Juga: BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng RI Aman hingga Akhir 2026

Selain itu, Bank Indonesia juga terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan nilai tukar di pasar guna menjaga stabilitas rupiah di tengah dinamika ekonomi global.

“Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi kerja sama yang enak antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” katanya.

Purbaya menilai koordinasi yang baik antara pemerintah dan Bank Indonesia akan mempermudah upaya meredam gejolak pasar global yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah.

“Kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia,” ujarnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa <b>(NTVnews)</b> Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (NTVnews)

Sementara itu, pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa, nilai tukar rupiah tercatat menguat sebesar 86 poin atau 0,51 persen menjadi Rp16.863 per dolar AS. Angka tersebut menguat dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp16.949 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyebut penguatan rupiah dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan bahwa konflik dengan Iran mulai mendekati titik penyelesaian.

x|close