Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah menyentuh Rp17 ribu dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok sampai 5 persen.
Bendahara Negara itu menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan IHSG dipengaruhi sentimen negatif dari ekonom mengenai kondisi ekonomi Indonesia.
"Rupiah Rp17 ribu, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah mulai resesi seperti 1998 lagi, ya itu lah daya beli sudah hancur," ucap Purbaya di Pasar Tanah Abang, Senin 9 Maret 2026.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan ekonomi Indonesia jauh dari resesi.
Baca juga: Tanggapi Fitch Ratings, Purbaya: Mereka Pikir Mungkin Menkeu Gak Bisa Ngitung
Baca juga: Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran MBG Jika Harga Minyak Melonjak
Sebaliknya, dirinya menyebut kondisi ekonomi disebut sedang dalam ekspansi dan daya beli terjaga.
"Jangankan krisis resesi saja belum, melambatnya saja belum. Kita masih ekspansi masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan," jelas Purbaya.
Untuk itu, Purbaya meminta investor tidak perlu takut karena ekonomi Indonesia dijaga dengan baik.
"Kita sudah tahu krisis 1998, apa penyebabnya. Kita terapkan di 2008-2009 ketika global jatuh kita tumbuh bagus kan. 2020 kita jaga juga ekonominya dengan kebijakan yang pas," ungkap Purbaya.
"Jadi teman-teman nggak usah takut, kita sudah punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memitigasi segala gejolak yang terjadi," tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah menyentuh Rp17 ribu dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok sampai 5 persen. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)