Iran Akan Sulap Bekas Lokasi Serangan AS-Israel di Kampus Jadi Museum

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mei 2026, 08:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Foto kondisi bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (9/3/2026). ANTARA FOTO/ Xinhua/Bilal Jawich/tom. Foto kondisi bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (9/3/2026). ANTARA FOTO/ Xinhua/Bilal Jawich/tom. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran berencana mengubah area bekas serangan bom di sebuah universitas menjadi museum yang menggambarkan dampak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari dokumentasi sejarah.

"Lokasi yang rusak saat ini akan dilestarikan sebagai museum perang di universitas untuk tetap menjadi dokumen penindasan ilmiah negara dalam sejarah," kata Kepala Universitas Teknologi Isfahan, Zafarollah Kalantari, seperti dikutip dari AFP, Senin, 4 Mei 2026.

Kalantari menambahkan, pihak universitas telah menyiapkan lahan baru untuk pembangunan gedung pengganti beserta penyediaan fasilitas dan peralatan modern. Pernyataan tersebut turut disampaikan kantor berita resmi IRNA.

Menurut Kalantari, hasil penilaian sementara menunjukkan kerusakan bangunan dan fasilitas kampus ditaksir mencapai sekitar US$11 juta.

Baca Juga: Iran Kecam Pernyataan Trump soal Penyitaan Kapal

Sebelumnya, serangan gabungan AS dan Israel menghantam institusi pendidikan di Isfahan pada Maret lalu. Universitas tersebut diketahui merupakan salah satu kampus terbesar di Iran.

Para pejabat Iran menyebut lebih dari 30 universitas di berbagai wilayah menjadi sasaran serangan, termasuk sejumlah kampus di ibu kota Teheran. Selain institusi pendidikan, serangan juga dilaporkan mengenai kawasan permukiman serta infrastruktur sipil lainnya.

Saat ini, gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai telah berlangsung sejak 8 April lalu.

x|close