Israel dan AS Perkuat Koordinasi, Opsi Serangan ke Iran Masih Dipertimbangkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mei 2026, 17:03
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Foto ini yang dikeluarkan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) pada 13 Juni 2025 ini menunjukkan kepala staf angkatan bersenjata Israel Eyal Zamir (tengah) mengawasi serangan IDF ke Iran di ruang situasi Angkatan Udara Israel. ANTAR/Xinhua/HO-IDF/aa. Foto ini yang dikeluarkan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) pada 13 Juni 2025 ini menunjukkan kepala staf angkatan bersenjata Israel Eyal Zamir (tengah) mengawasi serangan IDF ke Iran di ruang situasi Angkatan Udara Israel. ANTAR/Xinhua/HO-IDF/aa. (Antara)

Ntvnews.id

, Yerusalem – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, dilaporkan meningkatkan intensitas komunikasi dengan Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Brad Cooper, terkait potensi langkah militer terhadap Iran. Informasi tersebut disampaikan oleh Channel 12 pada Sabtu, 2 Mei 2026. 

Berdasarkan laporan itu, sejumlah infrastruktur strategis di Iran, seperti jaringan energi dan jalur transportasi utama, dinilai berpotensi menjadi target apabila terjadi peningkatan eskalasi konflik. Di saat bersamaan, militer Israel juga memperkuat kesiapan pertahanan serta meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi kemungkinan konflik lanjutan.

Selain itu, disebutkan bahwa Amerika Serikat tengah mengkaji opsi serangan terbatas ke Iran guna mendorong tercapainya kesepakatan terkait program nuklir. Namun demikian, hingga kini belum ada keputusan final mengenai waktu maupun bentuk operasi yang akan dilakukan.

Koordinasi antara kedua negara juga meliputi pemantauan terhadap upaya Iran dalam memulihkan fasilitas pentingnya. Jika serangan terjadi, target yang diperkirakan meliputi instalasi energi, pabrik baja, serta cadangan minyak dan gas.

Baca Juga: Bahlil Pastikan Pasokan Energi Nasional Aman di Tengah Geopolitik Global

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel diketahui melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Aksi tersebut memicu respons balasan dari Iran terhadap sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.

Ketegangan sempat mereda setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Pertemuan lanjutan di Islamabad pada 11–12 April pun digelar, namun belum menghasilkan kesepakatan.

Baca Juga: Iran Tetapkan Tenggat 1 Bulan ke AS untuk Kesepakatan Selat Hormuz dan Akhiri Konflik

Selanjutnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata secara sepihak tanpa menetapkan batas waktu baru, sebagaimana diusulkan oleh Pakistan.

(Sumber: Antara)

x|close