Seskab Teddy Hadiri Rapat Kebijakan Energi dan Stimulus Ekonomi untuk Jaga Stabilitas Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2026, 19:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin rapat terkait kebijakan energi dan stimulus ekonomi di Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Instagram/Sekretariat Kabinet) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin rapat terkait kebijakan energi dan stimulus ekonomi di Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Instagram/Sekretariat Kabinet) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menghadiri rapat strategis terkait kebijakan energi dan stimulus ekonomi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat. Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga serta memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan informasi dari akun resmi Sekretariat Kabinet, rapat tersebut difokuskan pada upaya memastikan pasokan energi tetap terjaga, mempertahankan daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan global.

Selain Teddy, rapat tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro.

Baca Juga: Seskab Teddy Tinjau Puncak Arus Balik Lebaran di Terminal Pulo Gebang

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas serta menyepakati berbagai kebijakan yang menitikberatkan pada sektor energi dan stimulus ekonomi sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas nasional, khususnya di tengah ketidakpastian global akibat eskalasi geopolitik dan fluktuasi pasar keuangan.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih dalam kondisi kuat dan cukup tangguh.

Ia menyebutkan stabilitas makroekonomi tetap terjaga dengan pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,11 persen (year-on-year) serta inflasi yang berada dalam kisaran target 2,5 persen plus minus 1 persen.

Dari sisi domestik, konsumsi masyarakat masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, yang didukung oleh berbagai stimulus fiskal dan bantuan sosial. Sementara itu, sektor manufaktur juga menunjukkan kinerja positif dengan indeks PMI sebesar 53,8 yang menandakan fase ekspansi.

Selain itu, ketahanan fiskal Indonesia dinilai tetap solid dengan penerimaan pajak hingga Februari 2026 tumbuh 30,4 persen secara tahunan, yang didorong oleh reformasi perpajakan serta digitalisasi melalui sistem Coretax.

Pemerintah juga terus memperkuat ketahanan di sektor pangan dan energi, termasuk melalui upaya swasembada sejumlah komoditas serta surplus produksi energi berbasis biodiesel sebagai bantalan menghadapi gejolak global.

Baca Juga: Seskab Teddy: Prabowo Instruksikan Pembangunan Hunian Layak bagi Warga di Pinggir Rel

Ke depan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai sekitar 5,4 persen pada 2026 dengan tetap menjaga stabilitas serta melanjutkan reformasi struktural, seperti hilirisasi industri, peningkatan investasi, dan percepatan transformasi digital.

(Sumber: Antara)

x|close