Ntvnews.id, New York - Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat mengambil langkah dengan mencabut aturan pembatasan penjualan bahan bakar etanol selama musim panas guna meredam tekanan kenaikan harga minyak yang dirasakan konsumen.
Kebijakan yang diumumkan pada Rabu, 25 Maret 2026, tersebut mencakup pemberian keringanan darurat yang memungkinkan penjualan E15 secara nasional, yakni bensin dengan campuran 15 persen etanol, serta menghapus hambatan federal terhadap distribusi E10 yang mengandung 10 persen etanol.
Baca Juga: APSENDO Peringatkan Bahaya Penghapusan Impor Ethanol Tanpa Seleksi
Dalam keterangan resminya, EPA menyebut kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 Mei 2026 dan tahap awalnya berlangsung hingga 20 Mei 2026.
"Tindakan darurat ini akan memberikan kelegaan bagi keluarga Amerika dengan meningkatkan pasokan bahan bakar dan pilihan bagi konsumen," kata administrator EPA, Lee Zeldin.
Selama ini, penjualan bahan bakar etanol umumnya dibatasi pada periode 1 Mei hingga 15 September karena tidak memenuhi standar volatilitas bensin yang ditetapkan.
Baca Juga: G7 Bahas Pelepasan Cadangan Minyak Strategis di Tengah Lonjakan Harga Energi
Kebijakan ini diambil di tengah lonjakan harga minyak global yang dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada Maret 2026, yang berdampak langsung pada konsumen di AS.
Berdasarkan data dari American Automobile Association, harga rata-rata bensin reguler secara nasional mencapai 3,983 dolar AS per galon pada Rabu, 25 Maret 2026, meningkat lebih dari 33 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
(Sumber: Antara)
Harga bensin melonjak, Environmental Protection Agency (EPA) AS longgarkan aturan penjualan bahan bakar etanol demi menambah pasokan dan menekan beban konsumen. (Antara)