Ntvnews.id, London - Pedagang grosir bahan bakar di Inggris mulai memberlakukan pembatasan penjualan solar kepada para petani, seiring meningkatnya tekanan pada pasokan energi. Kebijakan ini terungkap dalam laporan media yang mengutip pernyataan dari pelaku industri, Selasa, 24 Maret 2026.
Manajer Pengadaan Bahan Bakar Anglia Farmers, Patrick Crehan, menyebutkan bahwa pengecer kini mengurangi volume distribusi agar dapat melayani lebih banyak pelanggan. Jika sebelumnya petani dapat membeli hingga 10.000 liter, kini jumlahnya dibatasi sekitar 2.000 liter per petani.
Baca Juga: Bahlil Siapkan Penghentian Bertahap PLTD Berbahan Solar, Diganti PLTS dan Geothermal
Menurutnya, pembatasan tersebut saat ini mulai dirasakan di wilayah Skotlandia serta Essex di timur London. Bahkan, sejumlah petani di Skotlandia melaporkan bahwa pengecer hanya melayani penjualan hingga 500 liter solar per pelanggan.
Sementara itu, Serikat Petani Nasional menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi. Namun hingga kini, belum terdapat laporan luas terkait gangguan pasokan solar maupun pupuk di tingkat nasional.
Di sisi lain, lonjakan harga bahan bakar juga mulai terasa. RAC melaporkan bahwa harga solar di Inggris telah meningkat sekitar 17 persen sejak awal eskalasi konflik terkait Iran, sementara harga bensin naik sekitar 9 persen.
Baca Juga: Inggris Keluarkan Travel Warning ke 14 Negara
Sebagai informasi, sektor pertanian di Inggris menggunakan jenis bahan bakar khusus berupa diesel merah, yang mendapatkan tarif pajak lebih rendah dibandingkan bahan bakar umum. Namun demikian, pembatasan distribusi tetap berpotensi memengaruhi aktivitas operasional para petani.
(Sumber: Antara)
Arsip - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben di London. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)