Bahlil Siapkan Penghentian Bertahap PLTD Berbahan Solar, Diganti PLTS dan Geothermal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 08:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan rencana pemerintah untuk menghentikan secara bertahap operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang menggunakan bahan bakar solar.

Sebagai penggantinya, pemerintah akan mempercepat penggunaan energi baru terbarukan (EBT), terutama pembangkit listrik tenaga surya dan panas bumi.

Rencana tersebut disampaikan Bahlil setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta guna melaporkan perkembangan pembahasan Satuan Tugas Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi.

Menurut Bahlil, satuan tugas tersebut telah menggelar rapat perdana yang dihadiri oleh delapan menteri serta perwakilan dari PT PLN (Persero). Pertemuan itu membahas berbagai langkah percepatan transisi energi nasional, termasuk rencana konversi pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar solar.

“Saya melaporkan perkembangan pembahasan Satgas EBTKE, energi baru terbarukan dan juga konversi kendaraan dari bensin ke listrik. Kemarin kami sudah melakukan rapat perdana yang dihadiri delapan menteri di ESDM termasuk PLN,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

Baca Juga: Bahlil Minta Masyarakat Tidak Panic Buying BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Ia menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan tahap awal program ini dapat mulai dijalankan dalam waktu dekat. Nantinya, PLTD yang dihentikan akan digantikan oleh pembangkit berbasis energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau geothermal.

“Pertama yang akan kita selesaikan adalah diesel-diesel, pembangkit yang menggunakan solar. Itu akan kita selesaikan semua dengan PLTS dan juga geothermal,” kata Bahlil.

Bahlil menuturkan PLTD yang akan dihentikan operasinya tersebar di berbagai daerah di Indonesia, terutama pembangkit yang masih mengandalkan solar sebagai bahan bakar utama. Meski demikian, proses penghentian tidak akan dilakukan secara langsung.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia <b>(NTVnews)</b> Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Pemerintah akan membangun pembangkit pengganti terlebih dahulu sebelum PLTD dimatikan agar pasokan listrik tetap terjaga.

“Bangun dulu penggantinya. Kalau disetop sebelum dibangun, kan tidak ada listriknya. Jadi paralel, begitu sudah COD pembangkit baru, PLTD-nya dimatikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bahlil menyebut kebijakan ini juga dipengaruhi oleh ketidakpastian kondisi geopolitik global yang berdampak pada pasokan dan harga energi fosil, khususnya minyak mentah yang sempat melonjak hingga menembus lebih dari 100 dolar AS per barel.

Baca Juga: Prabowo Panggil Zulhas, Bahlil hingga Menag ke Istana, Bahas Apa?

“Dalam kondisi geopolitik perang ini kita tidak bisa memastikan energi kita seperti apa dalam jangka panjang. Karena itu kita optimalkan seluruh potensi energi dalam negeri yang bisa dikonversi dari fosil,” ujarnya.

Selain mempercepat pembangunan pembangkit energi terbarukan, pemerintah juga berencana melakukan penyesuaian terhadap Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) agar selaras dengan arah kebijakan transisi energi nasional.

x|close