Transisi Energi Nasional, Pemerintah Percepat Konversi Motor Bensin ke Motor Listrik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 21:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah terus mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya transisi energi nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Bahlil, pemerintah tengah menyiapkan langkah bertahap untuk melakukan konversi kendaraan bermotor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik, khususnya pada sepeda motor yang jumlahnya mencapai sekitar 120 juta unit di Indonesia.

“Kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin, kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Baca Juga: KPK Periksa Mantan Sesditjen Kemensos soal Dugaan Korupsi Bansos Beras PKH

Bahlil menjelaskan bahwa program konversi motor sebenarnya telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Setiap tahunnya sekitar 200 ribu sepeda motor telah dikonversi dari berbahan bakar bensin menjadi motor listrik. Ke depan, program tersebut diharapkan dapat makin dipercepat seiring dengan perkembangan teknologi yang membuat biaya konversi semakin terjangkau.

“Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar 5-6 juta (rupiah), jadi semakin ke sini semakin murah,” jelasnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia <b>(NTVnews)</b> Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Pemerintah juga tengah memformulasikan berbagai skema dukungan agar masyarakat dapat lebih mudah melakukan konversi kendaraan. Skema tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Tanah Air.

“Pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi,” kata Bahlil.

Langkah percepatan penggunaan kendaraan listrik ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak, menekan beban subsidi energi, serta mendorong penggunaan energi yang lebih bersih dan efisien di sektor transportasi nasional.

x|close