Lewat Kopdes, Petani Pasuruan Lebih Gampang Menjangkau Pupuk, Harga Dijamin Murah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 22:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Petani di Desa Gejugjati, Pasuruan kini lebih mudah mendapatkan pupuk bersubsidi. Melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pupuk tersedia lebih dekat dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, sehingga membantu petani meningkatkan produktivitas dan mendukung swasembada pangan. Petani di Desa Gejugjati, Pasuruan kini lebih mudah mendapatkan pupuk bersubsidi. Melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pupuk tersedia lebih dekat dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, sehingga membantu petani meningkatkan produktivitas dan mendukung swasembada pangan. (Istimewa)

Ntvnews.id, 

Pasuruan - Petani di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur kini bisa lebih gampang menjangkau pupuk dengan harga murah.

Mereka tak perlu lagi mencari ke desa tetangga karena pupuk sudah tersedia di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gejugjati.

“Jadi, produk unggulan kami ini (petani) bisa menebus pupuk langsung ke kedai dengan harga sesuai dari pemerintah Rp90 ribu (pupuk urea per sak atau 50 kg),” kata Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gejugjati, Muklason, Kamis, 12 Maret 2026.

Petani di Desa Gejugjati, Pasuruan kini lebih mudah mendapatkan pupuk bersubsidi. Melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pupuk tersedia lebih dekat dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, sehingga membantu petani meningkatkan produktivitas dan mendukung swasembada pangan. <b>(Istimewa)</b> Petani di Desa Gejugjati, Pasuruan kini lebih mudah mendapatkan pupuk bersubsidi. Melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pupuk tersedia lebih dekat dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, sehingga membantu petani meningkatkan produktivitas dan mendukung swasembada pangan. (Istimewa)

Di KDMP Gejugjati, untuk pupuk disediakan gerai khusus. Di gerai itu terpampang pula alur pembelian dan harga berbagai pupuk bersubsidi yang dijual. Seperti, pupuk NPK Kakao tertera Rp132 ribu/sak, pupuk NPK Phonska Rp92 ribu/sak, pupuk urea Rp90 ribu/sak, pupuk ZA Rp68 ribu/sak, dan pupuk organik petroganik Rp25.600/sak.

Baca Juga: Petani NTT Bersyukur, 3 Ribu Pohon Buncis Terserap Berkat Program MBG

Manajer Penjualan Jatim IV PT Pupuk Indonesia, Ontario Rolando, mengatakan PT Pupuk Indonesia sudah menunjuk KDMP Gejugjati sebagai salah satu penyalur resmi pupuk bersubsidi di Kecamatan Lekok.

Di Kabupaten Pasuruan, PT Pupuk Indonesia sudah menunjuk empat Koperasi Merah Putih untuk menjadi penyalur resmi pupuk bersubsidi.

Dengan penunjukan ini, petani bisa langsung menjangkau pupuk lebih dekat dan dengan harga yang pasti. Bahkan, pengurus Koperasi Merah Putih bisa memesan secara online.

“KDMP Gejugjati ini sudah melakukan transaksi I-Pubers secara online, pemesanannya secara langsung dan sudah diantarkan oleh pelaku usaha distribusi, yaitu PT Aska Berdikari Saputra,” kata Ontario.

Baru-baru ini, KDMP Gejugjati juga sudah memesan pupuk urea dan pupuk NPK masing-masing sebanyak 1 ton.

“Dan dibayar secara cash, tunai,” ujar dia.

Baca Juga: MBG Bantu Penuhi Gizi Anak-Anak Nelayan dan Petani di Seberang Sungai Musi

Dia berharap, dengan alur yang lebih ringkas ini, petani bisa lebih produktif lagi.

Pelaku usaha distribusi dari PT Aska Berdikari Saputra, Agus Abdullah, mengatakan pihaknya akan memaksimalkan aplikasi I-Pubers untuk menyalurkan pupuk secara efektif dan efisien.

“Agar kebutuhan kelompok tani tidak tertunda untuk mendukung program pemerintah (mempertahankan) swasembada pangan,” kata Agus.

Menurutnya, keberadaan Koperasi Merah Putih sangat membantu kebutuhan petani akan pupuk murah.

Petani bisa lebih dekat dan lebih pasti memenuhi kebutuhan pupuk.

Sebelum ada koperasi, para petani hanya bisa mendapatkan pupuk bersubsidi melalui kios atau penerima pupuk pada titik serah (PPTS). Keberadaan PPTS pun tidak selalu ada di setiap desa. Satu PPTS biasanya melayani empat hingga lima desa.

“Sekarang, dengan adanya KDMP, bisa membagi atau membantu tugasnya (PPTS) agar lebih ringan,” katanya.

Koperasi Merah Putih pun melakukan pembayaran secara tunai dan tepat waktu. Dia berharap ke depan gerai pupuk bersubdisi di KDMP ini bisa meringankan petani.

“Harapannya ke depan bisa meringankan petani supaya jarak pengiriman, jarak pemesanan tepat waktu, real time. Dan bisa support untuk petani pangan, padi khususnya,” kata Agus.

x|close