KSP: Cadangan Beras Nasional 144 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 15:55
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari (kiri) didampingi Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho (kanan) memberi keterangan pers terkait persiapan arus mudik Lebaran di Situation Room, Gedung Bina Graha, Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr/am. Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari (kiri) didampingi Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho (kanan) memberi keterangan pers terkait persiapan arus mudik Lebaran di Situation Room, Gedung Bina Graha, Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyebut cadangan beras nasional mencapai sekitar 3,7 juta ton atau sekitar 144 persen dari total kebutuhan nasional.

“Pada 9 Maret 2026, stok beras tercatat mencapai 3.743.740 ton atau sekitar 144 persen dari kebutuhan sehingga komoditas beras ini adalah cadangan yang paling kuat,” kata Qodari dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu.

Ia menjelaskan total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton yang terdiri dari stok Perum Bulog sekitar 3,76 juta ton, stok kebutuhan masyarakat 12,5 juta ton, serta standing crop siap panen 11,73 juta ton pada Maret 2026.

Baca Juga: BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng RI Aman hingga Akhir 2026

Jumlah tersebut diproyeksikan akan bertambah sekitar 5 juta ton dalam dua bulan ke depan.

Dengan kondisi tersebut, tanpa memperhitungkan panen berikutnya, ketersediaan beras diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 11 bulan ke depan.

Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Badan Pangan Nasional, serta Perum Bulog telah menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 7,38 juta ton.

Selain itu, program Gerakan Pangan Murah juga akan digelar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota guna mengendalikan inflasi pangan.

Baca Juga: Mendikti Brian Temui Prabowo di Istana, Bahas Pemanfaatan Riset untuk Ketahanan Pangan

Qodari menambahkan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto berkomitmen memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi, hilirisasi pertanian, serta perluasan pasar ekspor pangan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi krisis global maupun konflik internasional yang dapat mempengaruhi pasokan pangan.

(Sumber: Antara)

x|close