Trump Desak Iran Segera Lakukan Negosiasi, Peringatkan Hal 'Menyeramkan' Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip Foto - Donald Trump saat berbicara dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di National Harbor, Maryland, Amerika Serikat, Jumat (15/3/2013). ANTARA/Flickr/Gage Skidmore/am. Arsip Foto - Donald Trump saat berbicara dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di National Harbor, Maryland, Amerika Serikat, Jumat (15/3/2013). ANTARA/Flickr/Gage Skidmore/am. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan Iran agar segera serius terlibat dalam pembicaraan guna mengakhiri perang. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Teheran secara terbuka menolak tawaran Washington untuk menyelesaikan konflik.

Dilansir dari AFP, Jumat, 27 Maret 2026, Trump menegaskan agar Iran segera memasuki jalur negosiasi "sebelum terlambat". Peringatan ini muncul di tengah klaim Israel yang menyebut telah menewaskan komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran, yang dianggap “bertanggung jawab langsung” atas penyempitan Selat Hormuz sejak konflik pecah.

Peluang penyelesaian perang antara AS, Israel, dan Iran melalui jalur diplomasi sempat menguat setelah Washington dilaporkan mengajukan proposal perdamaian kepada Teheran. Namun, Iran membantah adanya pembicaraan langsung antara kedua pihak.

Meski demikian, Pakistan mengonfirmasi bahwa mereka memfasilitasi komunikasi tidak langsung antara AS dan Iran dengan menyampaikan pesan. Disebutkan pula bahwa proposal Amerika yang terdiri dari 15 poin tengah "dipertimbangkan" oleh pihak Iran.

Baca Juga: AS Tekan Iran untuk Terima Kekalahan, Trump Ancam Serangan Lebih Keras

"Mereka sebaiknya segera serius, sebelum terlambat, karena begitu itu terjadi, TIDAK ADA JALAN KEMBALI, dan itu tidak akan menyenangkan!" ujar Trump melalui media sosialnya.

Ia juga mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah melemah dan tidak memiliki peluang untuk pulih dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah adanya negosiasi langsung dengan pemerintahan Trump. Namun, ia mengakui bahwa komunikasi tetap berlangsung melalui negara-negara mitra.

Presiden Amerika Serikat (US), Donald Trump. ANTARA/Andolu/pri. <b>(Antara)</b> Presiden Amerika Serikat (US), Donald Trump. ANTARA/Andolu/pri. (Antara)

"Kami menginginkan akhir perang dengan syarat kami sendiri," kata Abbas Araghchi dalam siaran televisi pemerintah.

Islamabad disebut berperan sebagai mediator, mengingat hubungan eratnya dengan Iran dan Amerika Serikat serta jaringan diplomatiknya di kawasan.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyatakan bahwa sejumlah “negara sahabat” seperti Turki dan Mesir turut mendukung proses diplomasi tersebut. Sementara itu, Dewan Kerja Sama Teluk juga menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam setiap upaya perundingan yang dilakukan.

x|close