AS Gempur Infrastruktur Militer Iran, Tawaran Gencatan Senjata 15 Poin Mengemuka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mar 2026, 06:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Komando Pusat Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan operasi militer yang menargetkan infrastruktur militer milik Iran. Langkah ini diambil karena fasilitas tersebut dinilai membahayakan pasukan Amerika Serikat serta sekutunya di kawasan.

DIlansir dari Al Jazeera, Kamis, 26 Februari 2026, informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial militer AS. Dalam unggahan itu, turut dibagikan video berdurasi 19 detik yang memperlihatkan momen serangan ke wilayah Iran.

Dalam rekaman tersebut, terlihat serangan diarahkan ke pusat infrastruktur militer Iran yang kemudian memicu ledakan besar disertai kobaran api tinggi.

Di sisi lain, militer Israel juga mengungkapkan bahwa angkatan udaranya telah melakukan serangan terhadap sejumlah fasilitas produksi senjata Iran di Teheran pada malam hari.

Pernyataan yang dipublikasikan melalui Telegram itu menyebut bahwa target serangan merupakan fasilitas yang digunakan untuk memproduksi berbagai jenis persenjataan, baik untuk kebutuhan udara maupun laut. Fasilitas tersebut juga diklaim memasok senjata bagi kelompok seperti Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, serta jaringan proksi lainnya di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Kilang Minyak Terbesar di Amerika Serikat Terbakar

"Secara paralel, situs-situs pertahanan juga diserang, termasuk posisi peluncuran rudal antipesawat dan situs tambahan yang berisi sistem pertahanan udara rezim tersebut," sebut pernyataan itu.

Di tengah eskalasi militer tersebut, Amerika Serikat juga disebut tengah mengajukan inisiatif diplomatik berupa rencana gencatan senjata kepada Iran. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times yang mengutip dua pejabat di Washington yang mengetahui detail proposal tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa proposal gencatan senjata berisi 15 poin dan telah disampaikan kepada pihak Iran melalui Pakistan. Bahkan, Islamabad dikabarkan siap menjadi tuan rumah bagi perundingan lanjutan antara Washington dan Teheran.

Kapal patroli Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua) <b>(Antara)</b> Kapal patroli Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Meski demikian, rincian lengkap dari 15 poin tersebut belum diungkap ke publik. Sementara itu, laporan dari media Israel Channel 12 menyebutkan bahwa Amerika Serikat mengusulkan gencatan senjata selama satu bulan sebagai waktu untuk membahas lebih lanjut isi proposal tersebut.

Rencana tersebut disebut mencakup sejumlah isu krusial, seperti penghentian program nuklir Iran, penghentian dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan, serta pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa di tengah meningkatnya ketegangan militer, upaya diplomasi masih terus diupayakan untuk meredam konflik yang berpotensi meluas di kawasan Timur Tengah.

x|close