Ntvnews.id, Beirut - Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban tewas akibat gelombang serangan udara Israel yang terus berlanjut kini mencapai sedikitnya 1.072 orang. Selain itu, ribuan warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat intensitas serangan militer yang semakin meningkat.
Dilansir dari Middle East Monitor, Kamis, 26 Maret 2026, Konflik yang melibatkan Lebanon ini bermula sejak 2 Maret, ketika kelompok Hizbullah yang didukung Iran meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel. Aksi tersebut disebut sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Sebagai respons, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke berbagai wilayah Lebanon yang diklaim menyasar basis Hizbullah. Tidak hanya melalui udara, pasukan darat Israel juga dikerahkan untuk memasuki kawasan perbatasan.
Berdasarkan laporan harian sedikitnya 33 orang tewas dan 90 lainnya mengalami luka dalam 24 jam terakhir.
Baca Juga: IRGC Ancam Serang Pasukan Israel di Gaza Jika Serangan ke Lebanon Berlanjut
Dengan penambahan tersebut, total korban meninggal dunia kini mencapai 1.072 orang, sementara 2.966 lainnya tercatat mengalami luka-luka.
Dalam laporan rinci, disebutkan bahwa pada Selasa, 24 Maret 2026, sedikitnya 17 orang tewas dan 20 lainnya terluka akibat serangan udara dan tembakan artileri yang menyasar kawasan permukiman di berbagai wilayah Lebanon.
Serangan juga terjadi di wilayah Bashamoun, distrik Aley, yang menyebabkan sedikitnya dua orang tewas dan lima lainnya terluka. Di kota Zefta, distrik Nabatieh, serangan jet tempur Israel menghancurkan sebuah rumah dan menewaskan sedikitnya dua orang.
Rentetan serangan lainnya menghantam sejumlah wilayah seperti Srifa, Haris, Rshaf, dan Deir Antar di distrik Bint Jbeil, serta Touline di Marjayoun.
Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)
Selain serangan udara, pasukan darat Israel dilaporkan memasuki kota Halta di kawasan Arqoub pada tengah malam. Dalam operasi tersebut, sebuah rumah digerebek dan para penghuni ditembaki, mengakibatkan satu orang tewas, beberapa lainnya terluka, serta empat orang dilaporkan diculik.
Bentrokan juga terjadi antara pejuang Hizbullah dan pasukan Israel di kota Qawzah, distrik Bint Jbeil, setelah adanya upaya penyusupan yang diiringi tembakan artileri dan serangan tank ke wilayah Hanine.
Baca Juga: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 10 Orang
Sejak Senin, 23 Maret 2026 malam, jet tempur Israel tercatat melancarkan tujuh serangan udara di wilayah pinggiran selatan Beirut, termasuk di Burj al-Barajneh, Kafaat, Haret Hreik, Bir al-Abded, Jamous, dan Hadath. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur Hizbullah di kawasan tersebut.
Situasi ini menunjukkan eskalasi konflik yang semakin intens di kawasan Timur Tengah, dengan dampak kemanusiaan yang terus meningkat dari hari ke hari.
Ledakan dari serangan udara Israel terhadap sebuah jembatan di atas Sungai Litani di Qasmiyeh, Lebanon selatan, Minggu (22/3/2026). ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa. (Antara)