Ntvnews.id, Tel Aviv - Pemerintah Israel, mengonfirmasi bahwa seorang warga sipilnya meninggal dunia akibat tembakan artileri yang dilepaskan oleh pasukannya sendiri di dekat perbatasan Lebanon. Insiden ini tercatat sebagai korban sipil pertama di pihak Israel dalam konflik perbatasan yang berlangsung bersamaan dengan perang melawan Iran.
Korban diketahui bernama Ofer Moskovitz (60), seorang petani alpukat yang tinggal di wilayah Misgav Am. Sepekan sebelum kejadian, ia sempat mengungkapkan kekhawatirannya terkait meningkatnya ketegangan di kawasan perbatasan tersebut.
Dalam keterangan resmi, Kepala Komando Utara militer Israel, Rafi Milo, menyampaikan, "Moskovitz tewas akibat tembakan dari pasukan kami sendiri dalam sebuah operasi yang seluruh tujuannya adalah untuk melindungi mereka".
Dilansir dari AsiaOne, Rabu, 25 Maret 2026, militer Israel sebelumnya sempat menyalahkan serangan lintas batas dari Lebanon saat pertama kali melaporkan insiden tersebut pada Minggu.
Baca Juga: Israel Serang Jembatan Strategis di Lebanon Selatan dalam Gelombang Serangan Udara
Pihak militer menjelaskan bahwa artileri ditembakkan untuk mendukung operasi pasukan yang bertugas di wilayah Lebanon selatan. Namun, dalam pelaksanaannya terjadi kesalahan serius dalam prosedur operasional.
Disebutkan bahwa tembakan artileri dilepaskan dengan sudut yang tidak tepat serta tidak mengikuti protokol yang telah ditentukan. Akibatnya, lima peluru artileri justru jatuh di kawasan perbukitan Misgav Am, bukan ke arah target yang dituju.
“Penembakan artileri dilakukan dengan sudut yang tidak tepat dan tidak mengikuti protokol yang diwajibkan,” demikian pernyataan militer.
“Akibatnya, lima peluru artileri ditembakkan ke wilayah Misgav Am, bukan ke arah sasaran musuh.”
Ledakan dari serangan udara Israel terhadap sebuah jembatan di atas Sungai Litani di Qasmiyeh, Lebanon selatan, Minggu (22/3/2026). ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa. (Antara)