Pemukim Israel Lakukan Aksi Pembakaran di Tepi Barat, Sejumlah Warga Palestina Terluka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mar 2026, 11:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Anggota pasukan Israel terlihat selama operasi militer di Ramallah, Tepi Barat tengah, 16 September 2025. (ANTARA/Ayman Nobani/Xinhua.) Anggota pasukan Israel terlihat selama operasi militer di Ramallah, Tepi Barat tengah, 16 September 2025. (ANTARA/Ayman Nobani/Xinhua.) (Antara)

Ntvnews.id, Tepi Barat - Militer Israel melaporkan adanya serangkaian aksi pembakaran yang dilakukan oleh pemukim Israel terhadap warga Tepi Barat yang diduduki. Dalam insiden tersebut, sejumlah warga Palestina juga dilaporkan mengalami luka-luka.

"Tadi malam, pasukan IDF dan polisi perbatasan dikerahkan ke beberapa desa Palestina... menyusul laporan tentang warga sipil Israel yang melakukan tindakan pembakaran terhadap bangunan dan properti, serta terlibat dalam kerusuhan di daerah tersebut," kata militer Israel dilansir dari AFP, Senin, 23 Maret 2026.

"Pasukan keamanan mengutuk kekerasan dalam bentuk apa pun dan akan terus bertindak untuk menjaga keamanan penduduk dan ketertiban umum di daerah tersebut."

Kantor berita Palestina WAFA melaporkan bahwa beberapa warga Palestina mengalami luka akibat serangan tersebut. Insiden ini terjadi setelah militer Israel menyebut seorang warga sipil Israel meninggal dunia pada Sabtu, 21 Maret 2026 “menyusul laporan yang diterima mengenai kendaraan Palestina yang menabrak kendaraan Israel”.

Baca Juga: 100 Ribu Penerima dari Indonesia, Palestina, Uganda dan Taiwan Kini Bahagia

Pihak kepolisian Israel menyatakan tengah menyelidiki apakah kejadian tersebut berkaitan dengan aksi teror, meski hingga kini belum ada kepastian resmi.

Kekerasan yang melibatkan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat dilaporkan meningkat sejak konflik di Timur Tengah kembali memanas. Berdasarkan data kementerian kesehatan Palestina yang berbasis di Ramallah, sedikitnya enam warga Palestina tewas ditembak dalam serangan pemukim sejak awal Maret.

Arsip foto - Seorang anak duduk termenung diantara puing-puing bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Palestina, 29 Januari 2025. (ANTARA/Xinhua/Abdul Rahman Salama/aa.) <b>(Antara)</b> Arsip foto - Seorang anak duduk termenung diantara puing-puing bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Palestina, 29 Januari 2025. (ANTARA/Xinhua/Abdul Rahman Salama/aa.) (Antara)

Situasi ini merupakan bagian dari eskalasi yang lebih luas di Tepi Barat, wilayah yang telah diduduki Israel sejak 1967, dan semakin memburuk sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza.

Data yang dihimpun AFP dari otoritas kesehatan Palestina menunjukkan bahwa sejak awal konflik Gaza, sedikitnya 1.050 warga Palestina tewas akibat serangan pasukan atau pemukim Israel, termasuk di antaranya warga sipil.

Sementara itu, data resmi Israel mencatat sebanyak 45 warga Israel, baik dari kalangan militer maupun sipil, juga tewas dalam serangan yang dilakukan oleh pihak Palestina atau dalam operasi militer Israel.

x|close