Pramono Jadikan Rasuna Said Wajah Baru Jakarta Jelang 5 Abad, Sekaligus Dorong Gerakan Pilah Sampah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mei 2026, 14:47
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta dengan memilih koridor Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, sebagai titik simbol perubahan wajah ibu kota. Dalam pencanangan yang digelar Minggu (10/5), Pramono tak hanya menyoroti transformasi kawasan tersebut, tetapi juga meluncurkan gerakan pemilahan sampah yang ditujukan untuk memperkuat pengelolaan lingkungan di Jakarta.

Pemilihan Rasuna Said dinilai bukan sekadar lokasi seremonial. Kawasan itu dipilih karena dianggap merepresentasikan perubahan Jakarta menuju kota global, terutama setelah pembongkaran tiang monorel mangkrak yang selama hampir dua dekade menjadi simbol proyek terbengkalai di ibu kota.

“Pencanangan HUT ke-499 sengaja diadakan di tempat ini sebagai bagian untuk menunjukkan kepada masyarakat Jakarta bahwa Jakarta saat ini sedang berbenah. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional, serta hingga hari ini masih menyandang status sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, penyelesaian polemik monorel di Jalan H.R. Rasuna Said menjadi salah satu tonggak penting pembenahan kota. Pemerintah Provinsi DKI kini tengah menata ulang kawasan tersebut agar lebih modern dan ramah publik, menyusul rampungnya penyelesaian sengketa aset yang sebelumnya menghambat pembangunan.

“Di jalan ini dulu ada 109 tiang monorel. Monorel itu cukup mengganggu dan hampir 20 tahun tidak tersentuh. Alhamdulillah, berkat dukungan aparat penegak hukum, Pangdam, Kapolda, Kejaksaan, dan KPK, persoalan sengketa monorel terselesaikan. Sekarang kawasan ini dibangun menjadi ikon baru Jakarta,” terangnya.

Penataan di koridor Rasuna Said mencakup pembaruan infrastruktur jalan, perbaikan drainase, pembangunan halte, jalur sepeda, pembenahan penerangan jalan, hingga pelebaran trotoar yang dirancang lebih nyaman untuk pejalan kaki serta penyandang disabilitas. Pemerintah menargetkan revitalisasi kawasan itu dapat selesai dalam waktu dekat.

“Saya sengaja mengundang ketika pengerjaan belum selesai. Sebab, kalau sudah selesai, semuanya pasti terlihat bagus. Tapi saya meyakini bulan depan wajah Jalan Rasuna Said akan jauh berbeda. Penataan ini juga terinspirasi dari sosok Hajjah Rangkayo Rasuna Said, tokoh asal Padang dan pahlawan nasional. Saya berharap jalan ini nantinya menjadi ikon baru Jakarta,” urainya.

Selain menampilkan wajah baru Jakarta, Pramono juga menggunakan momentum tersebut untuk mendorong perubahan perilaku warga lewat deklarasi gerakan pilah sampah bertajuk Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih. Ia menilai persoalan sampah tidak dapat dituntaskan hanya melalui kebijakan pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat sejak dari rumah tangga.

“Maka hari ini, sesuai instruksi gubernur, kita akan mengadakan gerakan pilah sampah. Saya yakin, di bawah arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Menko Pangan, gerakan ini bisa dijalankan secara sungguh-sungguh. Semoga ini menjadi gerakan baru di Jakarta dan persoalan sampah yang selama ini belum terselesaikan dapat diatasi,” tegasnya.

Dukungan terhadap langkah Pemprov DKI juga datang dari Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. Ia menyebut Jakarta menjadi salah satu daerah yang bergerak lebih cepat dalam merumuskan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berpotensi menjadi acuan nasional.

“Sesuai arahan Presiden, kami sedang mempersiapkan roadmap penanganan sampah agar dalam dua tahun selesai di seluruh Indonesia. Jakarta mendahului langkah itu. Alhamdulillah, beberapa gagasan dan pemikiran dari Jakarta bisa kita adopsi dan disinkronkan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut pemilahan sampah rumah tangga menjadi pekerjaan besar yang perlu dipercepat. Pemerintah pusat, kata dia, juga tengah mendorong pengolahan sampah menjadi energi listrik di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta.

“Saya senang sekali dan memberikan apresiasi tinggi karena gerakan pilah sampah ini dipelopori Gubernur Jakarta. Itu problem pokok kita, terutama sampah rumah tangga. Sampai 2029, pemilahan sampah di kantor harus selesai di kantor, di pasar selesai di pasar, di restoran selesai di restoran, di toko selesai di toko, dan di mal selesai di mal. Untuk masyarakat, kuncinya adalah memilah sampah,” jelas Menteri Zulkifli.

Melalui momentum menuju usia hampir lima abad, Pramono tampaknya ingin memperlihatkan arah baru Jakarta: memperbaiki infrastruktur kota sekaligus mengubah kebiasaan warganya. Rasuna Said dijadikan etalase transformasi fisik, sementara gerakan pilah sampah diarahkan menjadi langkah awal menghadapi persoalan lingkungan yang selama ini membayangPramono Jadikan Rasuna Said Wajah Baru Jakarta Jelang 5 Abad, Sekaligus Dorong Gerakan Pilah Sampah

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta dengan memilih koridor Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, sebagai titik simbol perubahan wajah ibu kota. Dalam pencanangan yang digelar Minggu (10/5), Pramono tak hanya menyoroti transformasi kawasan tersebut, tetapi juga meluncurkan gerakan pemilahan sampah yang ditujukan untuk memperkuat pengelolaan lingkungan di Jakarta.

Pemilihan Rasuna Said dinilai bukan sekadar lokasi seremonial. Kawasan itu dipilih karena dianggap merepresentasikan perubahan Jakarta menuju kota global, terutama setelah pembongkaran tiang monorel mangkrak yang selama hampir dua dekade menjadi simbol proyek terbengkalai di ibu kota.

“Pencanangan HUT ke-499 sengaja diadakan di tempat ini sebagai bagian untuk menunjukkan kepada masyarakat Jakarta bahwa Jakarta saat ini sedang berbenah. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional, serta hingga hari ini masih menyandang status sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” ujar Pramono.

Baca Juga: Pramono Bakal Tindak Tegas Sekolah Swasta Gratis yang Masih Bayar

Menurut Pramono, penyelesaian polemik monorel di Jalan H.R. Rasuna Said menjadi salah satu tonggak penting pembenahan kota. Pemerintah Provinsi DKI kini tengah menata ulang kawasan tersebut agar lebih modern dan ramah publik, menyusul rampungnya penyelesaian sengketa aset yang sebelumnya menghambat pembangunan.

“Di jalan ini dulu ada 109 tiang monorel. Monorel itu cukup mengganggu dan hampir 20 tahun tidak tersentuh. Alhamdulillah, berkat dukungan aparat penegak hukum, Pangdam, Kapolda, Kejaksaan, dan KPK, persoalan sengketa monorel terselesaikan. Sekarang kawasan ini dibangun menjadi ikon baru Jakarta,” terangnya.

Penataan di koridor Rasuna Said mencakup pembaruan infrastruktur jalan, perbaikan drainase, pembangunan halte, jalur sepeda, pembenahan penerangan jalan, hingga pelebaran trotoar yang dirancang lebih nyaman untuk pejalan kaki serta penyandang disabilitas. Pemerintah menargetkan revitalisasi kawasan itu dapat selesai dalam waktu dekat.

“Saya sengaja mengundang ketika pengerjaan belum selesai. Sebab, kalau sudah selesai, semuanya pasti terlihat bagus. Tapi saya meyakini bulan depan wajah Jalan Rasuna Said akan jauh berbeda. Penataan ini juga terinspirasi dari sosok Hajjah Rangkayo Rasuna Said, tokoh asal Padang dan pahlawan nasional. Saya berharap jalan ini nantinya menjadi ikon baru Jakarta,” urainya.

Selain menampilkan wajah baru Jakarta, Pramono juga menggunakan momentum tersebut untuk mendorong perubahan perilaku warga lewat deklarasi gerakan pilah sampah bertajuk Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih. Ia menilai persoalan sampah tidak dapat dituntaskan hanya melalui kebijakan pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat sejak dari rumah tangga.

“Maka hari ini, sesuai instruksi gubernur, kita akan mengadakan gerakan pilah sampah. Saya yakin, di bawah arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Menko Pangan, gerakan ini bisa dijalankan secara sungguh-sungguh. Semoga ini menjadi gerakan baru di Jakarta dan persoalan sampah yang selama ini belum terselesaikan dapat diatasi,” tegasnya.

Dukungan terhadap langkah Pemprov DKI juga datang dari Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. Ia menyebut Jakarta menjadi salah satu daerah yang bergerak lebih cepat dalam merumuskan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berpotensi menjadi acuan nasional.

“Sesuai arahan Presiden, kami sedang mempersiapkan roadmap penanganan sampah agar dalam dua tahun selesai di seluruh Indonesia. Jakarta mendahului langkah itu. Alhamdulillah, beberapa gagasan dan pemikiran dari Jakarta bisa kita adopsi dan disinkronkan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut pemilahan sampah rumah tangga menjadi pekerjaan besar yang perlu dipercepat. Pemerintah pusat, kata dia, juga tengah mendorong pengolahan sampah menjadi energi listrik di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta.

“Saya senang sekali dan memberikan apresiasi tinggi karena gerakan pilah sampah ini dipelopori Gubernur Jakarta. Itu problem pokok kita, terutama sampah rumah tangga. Sampai 2029, pemilahan sampah di kantor harus selesai di kantor, di pasar selesai di pasar, di restoran selesai di restoran, di toko selesai di toko, dan di mal selesai di mal. Untuk masyarakat, kuncinya adalah memilah sampah,” jelas Menteri Zulkifli.

Melalui momentum menuju usia hampir lima abad, Pramono tampaknya ingin memperlihatkan arah baru Jakarta: memperbaiki infrastruktur kota sekaligus mengubah kebiasaan warganya. Rasuna Said dijadikan etalase transformasi fisik, sementara gerakan pilah sampah diarahkan menjadi langkah awal menghadapi persoalan lingkungan yang selama ini membayangi ibu kota.

x|close