DPR Mau Santri Tak Rendah Diri Karena Sekolah di Pesantren

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mei 2026, 11:07
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Para santri serta pengurus pondok pesantren Darul Mukhlisin menyantap masakan dari sedekah 2 ekor sapi Presiden Prabowo di pondok pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, Aceh. Para santri serta pengurus pondok pesantren Darul Mukhlisin menyantap masakan dari sedekah 2 ekor sapi Presiden Prabowo di pondok pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, Aceh. (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menilai sistem pendidikan pondok pesantren (ponpes) memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Anggota Komisi II DPR Fauzan Khalid mengatakan, pendidikan di pesantren tidak hanya menekankan aspek akademik dan ilmu agama, tetapi juga membangun nilai kedisiplinan, kemandirian, serta tata krama para santri.

Hal itu disampaikan Fauzan kala memberikan sambutan pada pembukaan majelis taklim di Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Pengawasan selama 24 jam di asrama oleh ustaz, menekankan kemandirian, kesederhanaan, disiplin tinggi, dan tata krama atau adab. Karena itu, ponpes mampu mencetak santri dengan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kedalaman ilmu agama, dan kehalusan akhlak,” ujar Fauzan, dikutip Minggu, 10 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kehidupan di pondok pesantren dibangun atas prinsip persaudaraan dan persamaan. Para santri juga terbiasa hidup bersama dengan latar belakang yang beragam sehingga tumbuh sikap toleransi dan saling menghargai.

“Hubungan santri dan ustaz (kiai) dekat, memiliki ikatan persaudaraan (ukhuwah) yang kuat, termasuk dengan sesama santri. Pondok tempat bertemunya santri dari berbagai latar belakang etnis, sosial, mengajarkan toleransi dan tidak diskriminasi,” tutur Fauzan.

Ia berpandangan, sistem pendidikan pesantren mampu memberikan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak. Karena itu, ia meminta para santri tidak merasa rendah diri karena menempuh pendidikan di pondok pesantren.

“Selama menimba ilmu di ponpes, santri mendapatkan keseimbangan ilmu dunia dan akhirat. Karena itu, santri jangan merasa rendah diri karena bersekolah di ponpes,” jelasnya.

Dirinya turut mengingatkan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak. Fauzan mengajak para orang tua untuk terus mendorong anak mengenyam pendidikan meski menghadapi keterbatasan ekonomi.

“Sekali lagi, jangan ragu menyekolahkan anak. Jangan keluar kata-kata, saya tidak mampu menyekolahkan anak. Rezeki dari Allah SWT, yakinlah anak yang bersekolah sudah ada rezekinya dari Allah SWT. Karena itu, mari kita dorong anak-anak kita untuk sekolah,” tandasnya.

x|close