Nasaruddin Umar: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 13:55
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Nasaruddin Umar Nasaruddin Umar (Kemenag RI)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya dalam memerangi segala bentuk kekerasan seksual. Ia menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada ruang toleransi bagi tindakan yang mencederai martabat manusia, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun seksual.

Pernyataan ini disampaikan sekaligus menanggapi maraknya hoaks dan disinformasi di media sosial yang menyeret namanya. Menurutnya, sejumlah konten yang beredar sengaja dipelintir untuk menyerang dirinya secara pribadi.

Nasaruddin menekankan bahwa sikapnya terhadap kekerasan seksual sudah sangat jelas sejak lama. Ia tidak hanya berbicara sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai individu yang menjunjung tinggi nilai moral dan kemanusiaan.

"Sikap saya terkait tindak kakerasan seksual itu jelas dan tegas. Tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan seksual. Saya tidak pernah menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan," ucapnya di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, khususnya di lembaga pendidikan keagamaan. Menurutnya, tempat belajar harus menjadi ruang yang melindungi dan membentuk karakter peserta didik secara positif.

Baca Juga: DPR Nilai Penanganan Kekerasan Seksual di Ponpes Lambat, Minta Satgas Dibentuk

Nasaruddin Umar <b>(Kemenag RI)</b> Nasaruddin Umar (Kemenag RI)

Baca Juga: Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan agama, termasuk pondok pesantren, harus menjadi contoh ideal dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi anak-anak.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Agama telah memperkuat regulasi serta sistem pembinaan di satuan pendidikan keagamaan. Salah satunya dengan membentuk satuan khusus yang fokus pada pengawasan dan pembinaan pondok pesantren.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap aktivitas berjalan sesuai aturan serta mencegah potensi penyimpangan, termasuk kasus kekerasan dalam bentuk apa pun.

"Ini akan menjadi concern kami, terutama masalah terkait pondok pesantren ya. Kami sudah membentuk satuan pembinaan Pondok Pesantren, yang mana pimpinan pondok pesantren berkolaborasi untuk mengawasi dan mencegah penyimpangan apapun yang terjadi di pondok pesantren," tegasnya.

Di tengah maraknya penyebaran informasi yang tidak akurat, Nasaruddin juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya menyaring informasi sebelum menyebarkannya.

"Mari menjadi pemutus rantai hoaks dengan saring sebelum sharing. Cerdas bermedia sosial adalah cara kita menjaga kedamaian untuk sesama," pungkas Nasaruddin Umar.

x|close