Ntvnews.id, Beirut - Seorang jurnalis dari saluran televisi Rusia RT, Steve Sweeney, bersama juru kameranya mengalami luka-luka saat meliput serangan rudal Israel di Lebanon. Keduanya terkena dampak ledakan saat menjalankan tugas jurnalistik di lokasi kejadian.
Dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 20 Maret 2026, insiden terjadi ketika Steve dan rekannya tengah melakukan peliputan langsung. Dalam rekaman video, terlihat posisi mereka sangat dekat dengan titik jatuhnya rudal Israel yang menghantam wilayah Lebanon.
Media RT melalui kanal Telegram menyampaikan bahwa korespondennya, Steve Sweeney, serta juru kameranya mengalami luka akibat serpihan ledakan dan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
RT juga mengungkapkan, mengutip keterangan juru kameranya, bahwa serangan tersebut diduga sengaja menargetkan jurnalis yang berada di sebuah jembatan di Lebanon selatan. Disebutkan pula bahwa para jurnalis saat itu mengenakan rompi pers yang mudah dikenali.
Baca Juga: Menlu Iran Kritik Macron soal Sikapnya Atas Serangan AS Terhadap Infrastruktur Energi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, turut menanggapi insiden tersebut dan mendesak perhatian serius dari komunitas internasional.
"Mengingat pembunuhan 200 jurnalis di Gaza, peristiwa hari ini tidak dapat disebut sebagai kecelakaan," tulis Zakharova melalui Telegram.
Ia menambahkan bahwa roket yang diluncurkan menghantam langsung lokasi tempat kedua jurnalis tersebut sedang meliput.
"Kami sedang menunggu reaksi dari organisasi internasional," tambahnya.
Asap mengepul di atas wilayah Dahieh di Beirut, Lebanon setelah pasukan Israel melakukan serangkaian serangan udara di distrik tersebut pada 11 Maret 2026. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. (Antara)