Iran Konfirmasi Menteri Intelijen Tewas, Presiden Masoud Sebut Aksi Israel Pengecut

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 22:47
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat menghadiri konferensi pers di Teheran, Iran, pada 16 September 2024. Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat menghadiri konferensi pers di Teheran, Iran, pada 16 September 2024. (ANTARA)

Ntvnews.id, Teheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi bahwa Menteri Intelijen Esmail Khatib tewas dalam serangan Israel pada malam hari, menjadikannya pejabat tinggi ketiga yang terbunuh dalam dua hari terakhir.

Masoud Pezeshkian mengatakan dalam sebuah pernyataan di X bahwa pembunuhan tersebut merupakan “pembunuhan pengecut”.

Pengumuman ini muncul beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengklaim kematian tersebut. Sebelumnya, pejabat keamanan Iran Ali Larijani dan kepala Basij Gholamreza Soleimani juga tewas akibat serangan udara Israel.

Pezeshkian mengecam kejadian itu sebagai “pembunuhan pengecut terhadap rekan-rekan terkasih saya” dan mengatakan mereka “meninggalkan kami dalam kesedihan mendalam.” Ia menambahkan, “jalan mereka akan berlanjut lebih kuat dari sebelumnya.”

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 18 Maret 2026,

 analis militer Israel menilai Khatib sebagai sosok terpercaya yang dekat dengan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Israel juga mengklaim telah mengumpulkan intelijen yang memungkinkan mereka memastikan kematian tiga pejabat tinggi tersebut dalam 24 jam terakhir.

Israel disebut telah memberi otorisasi kepada militernya untuk menargetkan pejabat senior Iran lainnya tanpa perlu persetujuan per kasus, yang dinilai sebagai keberhasilan dalam melemahkan kepemimpinan Iran.

Dari Teheran, laporan menyebut Khatib merupakan tokoh penting dengan latar belakang keagamaan dan intelijen yang kuat, sehingga kematiannya diperkirakan akan berdampak pada struktur pemerintahan Iran.

Amerika Serikat juga menawarkan hadiah 10 juta dolar untuk informasi terkait pemimpin tertinggi baru Iran dan pejabat lainnya, termasuk Khatib. Sementara itu, pemakaman Larijani dan Soleimani digelar di Teheran dan dihadiri para pejabat serta pelayat.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak bergantung pada satu individu saja.

Di sisi lain, Israel memiliki rekam jejak panjang dalam melakukan pembunuhan terhadap tokoh lawan, termasuk sejumlah pemimpin Hamas seperti Yahya Sinwar, Mohammed Deif, dan Ismail Haniyeh. Tokoh lain seperti Hassan Nasrallah di Lebanon dan Ahmed Rahawi di Yaman juga dilaporkan tewas.

Sejak perang terhadap Iran dimulai pada 28 Februari oleh Israel dan Amerika Serikat, sejumlah besar petinggi militer dan politik Iran telah dieliminasi, termasuk pemimpin tertinggi Ali Khamenei yang dilaporkan tewas pada hari pertama konflik bersama beberapa anggota keluarganya.

x|close