Kedutaan Besar AS di Baghdad Terbakar Usai Diserang Drone dan Roket

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mar 2026, 14:00
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat. ANTARA/Pixabay Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat. ANTARA/Pixabay (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Serangan terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad kembali terjadi dan menjadi salah satu yang paling intens sejak konflik kawasan memanas. Insiden ini menempatkan kompleks diplomatik tersebut sebagai titik utama eskalasi keamanan di ibu kota Irak.

Pada Selasa (17/3/2026) pagi, roket dan sedikitnya lima drone diluncurkan dari berbagai lokasi di sekitar Baghdad dengan sasaran langsung ke Kedutaan Besar AS. Sumber keamanan menyebut serangan ini sebagai salah satu yang paling serius sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.

Seorang saksi mata dari Reuters melaporkan bahwa sedikitnya tiga drone terlihat mengarah ke kompleks kedutaan. Sistem pertahanan udara C-RAM berhasil menembak jatuh dua drone, namun satu lainnya berhasil menembus dan menghantam area di dalam kompleks. Dampaknya terlihat jelas, dengan api dan asap mengepul dari lokasi ledakan.

Baca Juga: MBG Libur selama Lebaran, Kepala BGN: Hemat Rp5 Triliun

Selain itu, saksi lain juga melaporkan suara ledakan yang terdengar di sejumlah titik di Baghdad, memperkuat indikasi bahwa serangan terjadi dalam skala luas dan terkoordinasi.

Upaya konfirmasi kepada pihak Kedutaan Besar AS tidak membuahkan hasil, karena saluran telepon seluler kedutaan dalam kondisi tidak aktif saat dihubungi.

Serangan ini tidak terlepas dari dinamika konflik yang lebih luas. Milisi yang didukung Iran diketahui terus menargetkan kepentingan dan aset Amerika Serikat di Irak sebagai bentuk balasan atas perang yang dimulai pada 28 Februari.

Baca Juga: 2 Pemudik Asal Riau Tewas Mengenaskan di Lampung Tengah

Sehari sebelumnya, Senin (16/3/2026), kelompok Kataib Hezbollah mengumumkan kematian komandan senior sekaligus juru bicaranya. Sementara itu, Pasukan Mobilisasi Populer melaporkan bahwa serangan udara menewaskan sedikitnya delapan anggotanya di wilayah al-Qaim, Irak, yang berbatasan dengan Suriah.

Menyusul rangkaian serangan tersebut, aparat keamanan Irak langsung meningkatkan kesiagaan. Pasukan dikerahkan di berbagai titik strategis ibu kota, sementara Zona Hijau Baghdad, kawasan dengan pengamanan ketat yang menjadi lokasi gedung pemerintahan dan misi diplomatik termasuk Kedutaan Besar AS, ditutup sepenuhnya.

x|close