Israel Tutup Sekolah dan Batasi Aktivitas Warga di Tengah Serangan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mar 2026, 10:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Photo file: Misi permanen Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu (26/10/2024) menuduh Amerika Serikat (AS) terlibat dalam serangan udara Israel baru-baru ini terhadap situs militer Iran. /ANTARA/Anadolu/py Photo file: Misi permanen Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu (26/10/2024) menuduh Amerika Serikat (AS) terlibat dalam serangan udara Israel baru-baru ini terhadap situs militer Iran. /ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Israel menghentikan kegiatan sekolah dan membatasi aktivitas masyarakat setelah serangan drone dari Iran menghantam sejumlah wilayah di bagian selatan, termasuk Arad dan Dimona, yang dilaporkan menyebabkan ratusan orang terluka.

Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel mengumumkan bahwa kegiatan belajar-mengajar dihentikan sementara hingga Selasa, 24 Maret 2026 Selain itu, warga juga dilarang berkumpul dalam jumlah besar, dengan batas maksimal 50 orang selama periode tersebut.

Kantor berita Kan melaporkan kebijakan pembatasan ini diberlakukan di wilayah Negev, Lachish, serta kawasan Laut Mati.

Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 23 Maret 2026, otoritas Israel menyatakan aktivitas berkumpul masih diperbolehkan dengan syarat setiap peserta memiliki akses cepat ke tempat perlindungan apabila sirene peringatan udara dibunyikan.

Baca Juga: Serangan AS-Israel Picu Kebakaran Ladang Gas Iran, Teheran Lakukan Serangan Balasan ke Negara Teluk

Serangan Iran yang terjadi pada Sabtu, 21 Maret 2026, menyasar wilayah Arad dan Dimona, dan mengakibatkan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di Natanz pada hari yang sama.

Dimona diketahui merupakan lokasi Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev. Meski demikian, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan tidak terdapat indikasi kebocoran radiasi maupun kerusakan signifikan pada fasilitas tersebut.

x|close