Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kebijakan terbaru yang tengah disiapkan, besaran insentif tidak lagi diberikan secara merata sebesar Rp6 juta, melainkan disesuaikan dengan kinerja dan jumlah penerima manfaat yang dilayani.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa selama ini terdapat keseragaman pemberian insentif kepada seluruh dapur MBG, tanpa mempertimbangkan jumlah penerima manfaat yang dilayani. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dievaluasi karena terdapat perbedaan kapasitas layanan di setiap SPPG.
"Kami harapkan nanti insentifnya enggak fixed Rp6 juta semua. Kalau sekarang kan diubah oleh yang dulu ya, bahwa penerima manfaatnya 1.500 pun insentifnya Rp6 juta, 500 pun Rp6 juta, kan yang dulu begitu, nah, kalau nanti kita sudah mengetahui berapa real penerima manfaat yang menerima dari SPPG tersebut misalnya, itu kan dampaknya nanti penataan ulang akan begitu," katanya, dikutip dari Antara, Selasa, 16 Juni 2026.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari ditemui media usai rapat dengan Komisi IX DPR RI . (Antara)
Baca Juga: Waka BGN Tegaskan Pegawai BGN Dilarang Miliki SPPG
Ia menambahkan, setelah data riil penerima manfaat di setiap dapur MBG terpetakan secara akurat, BGN akan melakukan penataan ulang terhadap mekanisme pemberian insentif.
Tidak hanya mempertimbangkan jumlah penerima manfaat, BGN juga akan mengubah pola penilaian insentif dengan menitikberatkan pada kualitas layanan yang diberikan oleh setiap SPPG.
Agustina menegaskan bahwa evaluasi tidak lagi sekadar mengukur output atau jumlah makanan yang diproduksi, tetapi juga mencakup standar mutu dan keamanan pangan.
"Kemudian kita akan tetapkan insentifnya tidak begitu lagi dong, dan tidak sama juga bentuknya. Lalu, model dari insentif itu sendiri, kita akan evaluasi bukan sekadar menghasilkan output berapa lalu diberikan, melainkan bagaimana Anda mampu menghasilkan makanan yang berkualitas, standar makanan keamanan pangannya terpenuhi, jadi kita akan bikin beberapa komposisi untuk penilaian," tuturnya.
Kantor BGN (Maps)