Purbaya Bakal Bertemu Kepala BGN Nanik S Deyang, Anggaran MBG Dipotong?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jun 2026, 16:02
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait ajakan beralih dari Pertamax ke Pertalite.  Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait ajakan beralih dari Pertamax ke Pertalite. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)


Ntvnews.id
, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam waktu dekat.

Pertemuan yang semula direncanakan berlangsung pada Minggu 14 Juni 2026 itu tertunda setelah Purbaya dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke kediamannya di Kertanegara.

“Sepertinya minggu ini. Kemarin mau datang tapi nggak jadi karena dipanggil presiden,” ucap Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 15 Juni 2026.

Lebih lanjut, Purbaya masih belum mau menjelaskan terkait topik pembahasan diskusi, termasuk mengenai kemungkinan pembahasan efisiensi anggaran program makan bergizi gratis (MBG).

Baca juga: Purbaya Tanya Anak Buah Soal Anggaran Pemeliharaan Aset Sitaan: Kok Selama Ini Nggak Ada?

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat 26 September 2025. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aa. <b>(Antara)</b> Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat 26 September 2025. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aa. (Antara)

Baca juga: Purbaya Kaget, Kejagung Berhasil Sita Aset Kasus Korupsi Legendaris Eddy Tansil

“Belum tentu (bahas efisiensi). Dia mau ketemu saja,” lanjutnya.

Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan anggaran program MBG pada 2026 diperkirakan dipangkas sebesar Rp67 triliun.

Bendahara Negara itu menyebut belanja program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu turun dari sebelumnya Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

Purbaya menjelaskan, angka tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah masih membuka peluang efisiensi lanjutan dalam pelaksanaan program MBG.

“Rp268 triliun untuk sementara, angkanya itu dulu. Tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut, masih dihitung,” ucap Purbaya dikutip, Rabu 20 Mei 2026 lalu.

x|close