Ntvnews.id, Riyadh - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan, menyatakan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer sebagai respons atas serangan rudal dan drone yang terus dilancarkan Iran. Ia menilai langkah agresif Teheran justru akan berbalik merugikan negara tersebut.
Dilansir dari AFP, Jumat, 20 Maret 2026, pernyataan itu disampaikan Pangeran Faisal kepada wartawan usai menghadiri pertemuan para menteri luar negeri kawasan di Riyadh. Dalam kesempatan tersebut, ia menuding Iran tengah berupaya menekan negara-negara tetangga melalui serangan-serangan yang dilakukan.
"Kerajaan tidak akan menyerah pada tekanan, dan sebaliknya, tekanan ini akan menjadi bumerang, dan tentu saja, seperti yang telah kami nyatakan dengan cukup jelas, kami berhak untuk mengambil tindakan militer jika dianggap perlu," katanya.
Arab Saudi juga melaporkan adanya peningkatan serangan dari Iran pada Rabu, 18 Maret 2026, bertepatan dengan penyelenggaraan pertemuan yang dihadiri menteri luar negeri dari sekitar belasan negara Arab dan Islam guna membahas dampak konflik di Timur Tengah.
Pada hari yang sama, sejumlah ledakan keras terdengar di ibu kota Saudi. Kementerian pertahanan setempat menyatakan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat rudal balistik yang mengarah ke wilayah tersebut.
"Penargetan Riyadh saat sejumlah diplomat sedang bertemu. Saya pikir itu adalah sinyal paling jelas tentang bagaimana Iran memandang diplomasi," kata Pangeran Faisal.
"Iran tidak percaya pada dialog dengan negara-negara tetangganya." tandasnya.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan. ANTARA/Xinhua/Mohammad Abu Ghosh/aa. (Antara)