Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 10 Orang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 15:28
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Seorang wanita melewati reruntuhan akibat serangan udara Israel ke sebuah apartemen di Aisha Bakkar, Beirut, Lebanon, Rabu (11/3/2026). (ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich) Seorang wanita melewati reruntuhan akibat serangan udara Israel ke sebuah apartemen di Aisha Bakkar, Beirut, Lebanon, Rabu (11/3/2026). (ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich) (Antara)

Ntvnews.id, Beirut – Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas dan 13 lainnya luka-luka akibat serangan yang dilancarkan Israel di sejumlah wilayah di selatan Lebanon pada Minggu, 15 Maret 2026, menurut Pusat Operasi Darurat Kementerian Kesehatan Lebanon.

Serangan udara di wilayah Majdal Selm yang berada di Distrik Marjayoun menewaskan dua orang dan melukai empat lainnya. Sementara itu, tiga orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka dalam serangan di Aaitit yang terletak di Distrik Tyre.

Dalam serangan terpisah di Qatrani, Distrik Jezzine, pada Sabtu, 14 Maret 2026 malam waktu setempat, lima orang dilaporkan tewas dan enam lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel.

Baca Juga: Serangan Udara Israel Targetkan Pemimpin Senior Hizbullah di Beirut

Sebelumnya pada Minggu, juru bicara militer Israel Avichay Adraee memperingatkan warga di wilayah pinggiran selatan Beirut untuk meninggalkan sejumlah lokasi tertentu. Meski demikian, tidak ada laporan serangan Israel di kawasan tersebut pada hari yang sama.

Kementerian Kesehatan Lebanon juga menyampaikan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel yang terus berlanjut sejak 2 Maret telah mencapai 850 orang, sementara 2.105 orang lainnya dilaporkan terluka.

Laporan tersebut mencatat adanya peningkatan jumlah korban anak-anak, dengan total 107 anak dilaporkan meninggal dunia dalam periode tersebut.

Baca Juga: Turki Geram dengan Israel yang Selalu Serang Sekolah Rumah Sakit di Iran dan Lebanon

Kelompok Hezbollah sebelumnya mengumumkan peluncuran roket dari wilayah Lebanon menuju Israel pada 2 Maret, yang menjadi serangan pertama sejak gencatan senjata diumumkan pada 27 November 2024.

Menanggapi hal tersebut, Israel melancarkan operasi militer yang melibatkan serangan udara intensif di sejumlah wilayah di Lebanon selatan dan timur, serta di pinggiran selatan Beirut.

(Sumber: Antara)

x|close