Ntvnews.id, Moskow - Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan berencana mengumumkan pembentukan koalisi sejumlah negara untuk mengawal kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Rencana tersebut diungkap dalam laporan The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat.
Menurut sumber tersebut, para pejabat masih mendiskusikan waktu pelaksanaan operasi pengawalan itu, termasuk apakah akan dimulai sebelum atau setelah meredanya konflik di kawasan tersebut.
Baca Juga: Donald Trump Klaim Banyak Negara Kirim Kapal Perang untuk Amankan Selat Hormuz
Sebelumnya, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan bahwa militer Amerika Serikat berpotensi mulai mengawal kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz paling cepat pada akhir Maret.
Namun, ia juga mencatat bahwa saat ini Angkatan Laut Amerika Serikat belum sepenuhnya memiliki kemampuan untuk menjalankan misi pengawalan tersebut.
Ketegangan yang meningkat di sekitar wilayah Iran turut memengaruhi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan rute utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia menuju pasar global.
Baca Juga: Iran: Kami Tidak Pernah Minta Gencatan Senjata
Akibat meningkatnya risiko keamanan di wilayah tersebut, aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz dilaporkan hampir terhenti. Di sisi lain, sejumlah perusahaan asuransi juga mulai menaikkan premi serta meninjau kembali cakupan perlindungan untuk pelayaran di jalur strategis tersebut.
(Sumber: Antara)
Suasana perairan di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami/py/am. (Antara)