Ntvnews.id, Washington D.C - Pemerintah Amerika Serikat mengklaim telah menenggelamkan puluhan kapal milik Iran dalam operasi militer yang berlangsung selama dua pekan terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Dalam keterangannya, Leavitt menyebut operasi militer yang dilakukan Washington telah memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan militer Iran, khususnya pada sektor angkatan laut serta sistem persenjataan strategis mereka.
"Operasi ini baru berjalan dua pekan dan kami telah menghancurkan total angkatan laut rezim Iran, kami telah melenyapkan hampir semua ancaman rudal balistik mereka. Bahkan, serangan rudal balistik dari Iran saat ini berkurang 90 persen, kemampuan drone mereka turun 95 persen," katanya, sebagaimana dikutip dari Fox News, Senin, 16 Maret 2026.
Lebih lanjut, Leavitt memaparkan bahwa operasi militer tersebut juga mencakup serangan terhadap ribuan sasaran di berbagai wilayah Iran.
Baca Juga: IRGC Rilis Video Detik-detik Rudal Bawah Laut Hantam Kapal Tanker Amerika
"Kami telah menenggelamkan lebih dari 65 kapal angkatan laut mereka, kami telah menyerang lebih dari 6.000 target di seluruh negeri", kata Leavitt.
Ketegangan antara kedua negara meningkat tajam setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menyasar berbagai fasilitas strategis, termasuk di ibu kota Teheran, dan mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta korban di kalangan warga sipil.
WASHINGTON, 14 Maret (Xinhua) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (14/3) mengatakan di media sosial bahwa (Antara)
Menanggapi serangan itu, Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer milik Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi konflik tersebut turut berdampak pada stabilitas jalur perdagangan energi global. Ketegangan di sekitar Iran memicu terjadinya blokade de facto di Selat Hormuz, yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital bagi distribusi minyak mentah dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia menuju pasar internasional.
Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di selat tersebut tidak hanya mempengaruhi keamanan transportasi laut, tetapi juga menekan aktivitas produksi dan ekspor minyak di kawasan. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran baru terkait stabilitas pasokan energi global serta potensi lonjakan harga komoditas energi di pasar dunia.
Bendera Amerika Serikat/ist