Iran: Kami Tidak Pernah Minta Gencatan Senjata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 11:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Dalam sebuah wawancara dengan CBS News yang ditayangkan pada Minggu (15/3), Araghchi membantah klaim bahwa Iran meminta pertikaian diakhiri. Dalam sebuah wawancara dengan CBS News yang ditayangkan pada Minggu (15/3), Araghchi membantah klaim bahwa Iran meminta pertikaian diakhiri. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya tidak pernah mengajukan permintaan gencatan senjata ataupun membuka kembali jalur negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Menurut dia, Iran siap mempertahankan diri selama diperlukan menghadapi apa yang disebutnya sebagai perang yang tidak sah.

Dalam wawancara dengan CBS News yang ditayangkan pada Minggu, 15 Maret 2026, Araghchi membantah anggapan bahwa Iran meminta konflik tersebut dihentikan. Ia menekankan bahwa posisi Teheran tetap konsisten untuk mempertahankan diri.

"Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah minta negosiasi. Kami siap membela diri selama yang diperlukan," kata dia.

Araghchi juga menyatakan bahwa Iran akan terus melanjutkan operasinya sampai Presiden AS Donald Trump menyadari bahwa konflik tersebut merupakan perang ilegal yang tidak akan menghasilkan kemenangan.

"Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus berunding dengan pihak Amerika, karena saat itu kami sedang berunding dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami, dan itu adalah yang kedua kalinya," kata Araghchi.

Baca Juga: Iran Tuduh AS Minta Bantuan Negara Lain Amankan Selat Hormuz

Mojtaba Khamenei dan Donald Trump <b>(Istimewa)</b> Mojtaba Khamenei dan Donald Trump (Istimewa)

Terkait dengan situasi di Selat Hormuz, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak menutup jalur strategis tersebut. Ia menyebut keputusan mengenai lalu lintas kapal berada di tangan pihak militer Iran.

"Hal itu tergantung pada keputusan militer kami, dan mereka telah memutuskan untuk mengizinkan sekelompok kapal milik berbagai negara untuk melintas," ujarnya.

Sementara mengenai isu program nuklir, Araghchi kembali menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir. Ia menjelaskan bahwa sebelum serangan terjadi, Iran sebenarnya telah menyepakati langkah untuk mengencerkan uranium yang telah diperkaya.

Baca Juga: Donald Trump Tak Khawatir Isu Ancaman Drone Iran ke California

Namun, menurut dia, material nuklir yang sebelumnya disimpan kini tertimbun akibat kerusakan fasilitas nuklir setelah serangan tersebut.

"Semuanya terkubur di bawah reruntuhan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa Iran saat ini tidak memiliki rencana untuk mengambil kembali persediaan uranium yang diperkaya dari lokasi-lokasi yang rusak tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close