Ntvnews.id, Bern - Swiss menyatakan telah menolak dua permintaan dari Amerika Serikat untuk melintas di wilayah udaranya dalam operasi yang berkaitan dengan konflik di kawasan Timur Tengah. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga prinsip netralitas negara itu sesuai dengan ketentuan hukum internasional.
"Secara total, dua permintaan yang terkait dengan perang di Iran ditolak, sementara penerbangan pemeliharaan dan dua permintaan untuk pesawat angkut disetujui," kata pemerintah Swiss dalam pernyataannya, dilansir dari The Straits Times, Senin, 16 Maret 2026.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan kritik terhadap Inggris pada awal konflik karena dinilai ragu memberikan izin bagi pasukan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer mereka. Trump juga dilaporkan mengancam Spanyol dengan langkah-langkah perdagangan setelah negara tersebut menolak permintaan serupa.
Baca Juga: Iran: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Terus Kejar dan Membunuhnya
Pemerintah Swiss menjelaskan bahwa dua permintaan penerbangan yang ditolak tersebut berkaitan dengan misi pengintaian yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Maret.
"Hukum netralitas melarang penerbangan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk tujuan militer yang terkait dengan konflik tersebut," demikian pernyataan pemerintah Swiss.
Meski demikian, otoritas Swiss menegaskan bahwa penerbangan yang bersifat kemanusiaan atau medis tetap diperbolehkan. Hal tersebut termasuk penerbangan untuk mengangkut korban luka serta penerbangan lain yang tidak berkaitan langsung dengan konflik.
Swiss diketahui telah diakui secara internasional sebagai negara netral sejak tahun 1815, sebuah status yang hingga kini tetap dijaga dalam berbagai konflik internasional.
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat. ANTARA/Pixabay (Antara)