Ntvnews.id, Washington - Pemerintah Amerika Serikat memberikan perkiraan terbaru terkait durasi konflik yang melibatkan serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada Sabtu 28 Februari 2026.
Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright menyatakan bahwa konflik tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung lama dan kemungkinan berakhir dalam beberapa minggu ke depan.
"Konflik ini akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan," kata Wright kepada ABC News, seraya menambahkan bahwa konflik itu "bisa lebih cepat dari itu."
Baca Juga: Iran Targetkan Aset Ekonomi Amerika Serikat
Ia juga mengakui bahwa masyarakat Amerika Serikat masih akan merasakan dampak dari konflik tersebut, terutama terkait kenaikan harga bahan bakar dalam beberapa pekan ke depan.
Menurut Wright, kondisi tersebut diperkirakan akan mulai membaik setelah konflik berakhir, meskipun situasi perang tetap penuh ketidakpastian.
Dia mengatakan "tidak ada jaminan sama sekali dalam perang."
Wright menggambarkan gangguan jangka pendek tersebut sebagai risiko yang harus dihadapi selama berlangsungnya konflik.
Baca Juga: Hamas Minta Iran Hindari Serangan ke Negara Tetangga di Tengah Perang dengan AS-Israel
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah laporan bahwa serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu 28 Februari 2026 telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Seorang anggota Marinir AS mengamati sebuah kapal penyerang cepat Iran dari USS John P. Murtha di Selat Hormuz dalam gambar yang dirilis oleh Angkatan Laut AS pada 18 Juli 2019. ANTARA FOTO/HO-U.S. Navy/Donald Holbert/wsj/aa. (Antara)