AS Prediksi Konflik dengan Iran Berakhir dalam Beberapa Minggu Lagi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 08:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Washingtn D.C - Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, menyampaikan bahwa konflik militer yang sedang berlangsung antara negaranya dan Iran diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Ia memperkirakan perang tersebut dapat berakhir dalam beberapa pekan ke depan.

Dilansir dari NY Post, Senin, 16 Maret 2026, Pernyataan tersebut disampaikan Wright dan menjadi salah satu estimasi waktu paling jelas dari pemerintah AS sejak operasi militer gabungan bersama Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari lalu.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi ABC News, Wright menyatakan bahwa situasi konflik diperkirakan akan segera mereda.

"Konflik ini akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan, bisa lebih cepat dari itu,' katanya.

Wright juga menyinggung dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat Amerika akibat konflik tersebut, khususnya terkait kenaikan harga bahan bakar. Menurutnya, warga AS masih akan merasakan tekanan harga bensin dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Trump: AS Belum Siap Capai Kesepakatan dengan Iran soal Konflik Timur Tengah

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut bersifat sementara dan berpotensi membaik setelah konflik berakhir. Namun, Wright tetap menekankan bahwa situasi perang selalu mengandung ketidakpastian.

"tidak ada jaminan sama sekali dalam perang." jelasnya.

Lebih lanjut, Wright menggambarkan lonjakan harga energi yang terjadi saat ini sebagai konsekuensi jangka pendek yang harus dihadapi selama konflik berlangsung.

Arsip - Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah pemukiman penduduk Iran. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu) (Anadolu) <b>(Antara)</b> Arsip - Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah pemukiman penduduk Iran. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu) (Anadolu) (Antara)

Pernyataan Wright disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah sejak operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang di Iran, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.

Serangan tersebut semakin memperluas ketegangan di kawasan dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan regional.

x|close