Ntvnews.id, Kursk – Ukraina dilaporkan menembakkan artileri sebanyak 96 kali ke wilayah perbatasan yang telah dievakuasi di Kursk Oblast dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Gubernur Kursk, Alexander Khinshtein, pada Jumat, 13 Maret 2026, mengatakan bahwa selain serangan artileri, puluhan drone Ukraina juga diluncurkan ke wilayah tersebut. Namun, sebagian besar berhasil dihancurkan oleh pertahanan udara Rusia dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen di 2025, AHY: Tetap Positif di Tengah Gejolak Geopolitik
"Kesimpulan situasi operasional di Wilayah Kursk selama 24 jam terakhir adalah sebanyak 62 drone musuh berbagai jenis ditembak jatuh antara pukul 09.00 pada 12 Maret 2026 hingga pukul 07.00 pada 13 Maret 2026 (waktu setempat). Musuh menembakkan artileri sebanyak 96 kali ke daerah berpenduduk," kata Khinshtein di aplikasi pesan Max.
Ia menambahkan bahwa serangan drone terjadi sebanyak 10 kali, dengan pelaku menjatuhkan bahan peledak ke sejumlah lokasi di wilayah tersebut.
Baca Juga: Presiden Ukraina Zelenskyy Dukung Amerika Serang Iran
"Akibat serangan di Desa Tolpino di Distrik Korenevsky, seorang pekerja pertanian terluka. Di Desa Giry di Distrik Belovsky, atap sebuah rumah rusak dan dindingnya terkena pecahan peluru. Di Desa Shchegolek, sebuah rumah terbakar," kata Khinshtein.
Menurut gubernur tersebut, meskipun terjadi kerusakan pada sejumlah bangunan dan seorang warga mengalami luka, tidak ada korban jiwa dalam rangkaian serangan tersebut.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Serangan drone terhadap stasiun transmisi gas di kota Sudzha, wilayah Kursk. (ANTARA/Anadolu/py/aa.) (Antara)