Ntvnews.id, Jakarta - Viral di media sosial memperlihatkan momen dua perempuan melabrak seorang pria yang diduga melakukan pelecehan di dalam gerbong Kereta Rel Listrik (KRL). Peristiwa ini langsung menyita perhatian karena kedua korban memilih menghadapi terduga pelaku secara langsung di lokasi kejadian.
Dalam video yang beredar, dua perempuan tampak mengonfrontasi seorang pria berjaket merah. Mereka mempertanyakan tindakan pria tersebut yang diduga menggunakan ponselnya untuk merekam atau memotret tanpa izin.
"Berani melawan! Dua perempuan jadi korban pelecehan di KRL, pelaku dihajar korban" demikian tulis keterangan pada unggahan tersebut.
Kedua korban terus mendesak penjelasan. Mereka meminta kepastian apakah pria itu benar mengambil foto atau video saat berada di dalam gerbong. Pria tersebut sempat mengelak dari tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Situasi kemudian berlanjut ketika petugas KRL turun tangan. Pria yang diduga sebagai pelaku dibawa ke pos keamanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: KRI Prabu Siliwangi-321 Perkuat Pertahanan Laut Indonesia
Di pos keamanan, pria berjaket merah itu akhirnya mengakui telah mengambil foto kedua perempuan tersebut saat berada di dalam kereta. Namun, ia berdalih bahwa tindakannya hanya untuk keperluan dokumentasi.
Meski demikian, pria tersebut membantah tuduhan pelecehan seksual. Ia beralasan tidak melakukan kontak fisik dengan kedua perempuan tersebut selama kejadian berlangsung.
Peristiwa ini diketahui terjadi di dalam gerbong KRL pada perjalanan rute Manggarai–Duri. Insiden berlangsung pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 22.25 WIB, tepatnya di Commuter Line No. 5187B dengan rute Cikarang–Angke.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden bermula dari kecurigaan korban yang merasa dirinya dipotret tanpa izin oleh penumpang lain.
"Kejadian bermula karena adanya dugaan korban yang merasa dirinya dipotret oleh pengguna lain di kereta ketiga dari depan keberangkatan Stasiun Manggarai,” ujar Leza.
Baca Juga: VIDEO: Sopir Mabuk, Mobil APV Terjun ke Sawah Babelan Bekasi
Merasa privasinya dilanggar, kedua perempuan itu segera melapor kepada petugas di dalam kereta (Walka). Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak stasiun untuk mengamankan terduga pelaku dan menindaklanjuti laporan tersebut.
Setelah proses klarifikasi dari kedua pihak, KAI Commuter memberikan pendampingan kepada korban untuk melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Barat.
Pihak KAI Commuter juga menegaskan sikapnya terhadap kejadian semacam ini. Mereka mengimbau seluruh pengguna Commuter Line untuk saling menghormati dan menjaga privasi demi kenyamanan bersama selama perjalanan.
KAI Commuter menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan yang mengganggu kenyamanan penumpang, termasuk pelanggaran privasi di dalam moda transportasi publik.
Diduga Pelaku Pelecehan di KRL (Instagram)