Iran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi dengan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mar 2026, 12:10
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi berbicara selama konferensi pers bersama setelah pertemuan mereka di Baghdad, Irak. ANTARA/Murtadha Al-Sudani/Anadolu/pr Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi berbicara selama konferensi pers bersama setelah pertemuan mereka di Baghdad, Irak. ANTARA/Murtadha Al-Sudani/Anadolu/pr (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa pemerintah Iran saat ini tidak sedang menjalin negosiasi dengan Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri konflik di kawasan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui laporan saluran televisi Iran, Press TV.

Araghchi menjelaskan bahwa meskipun pihak Amerika menyampaikan sejumlah pesan kepada Teheran melalui perantara, hal tersebut tidak bisa diartikan sebagai adanya proses perundingan resmi antara kedua negara.

Baca Juga: Iran Minta AS Tekan Israel Hentikan Operasi di Lebanon dalam Rencana Damai

Sebelumnya, pada Selasa 24 Maret 2026, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa tim negosiasi Amerika Serikat dengan Iran melibatkan sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Wakil Presiden J. D. Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta Jared Kushner.

Trump juga menyebut bahwa proses negosiasi sempat berlanjut pada Minggu dan mengklaim hal tersebut mencerminkan keseriusan Teheran dalam mencari solusi atas konflik yang terjadi.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan pihak Amerika.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran.

Baca Juga: AS Tekan Iran untuk Terima Kekalahan, Trump Ancam Serangan Lebih Keras

Serangan tersebut menimbulkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika di Timur Tengah.

Pada awalnya, Amerika dan Israel menyatakan bahwa serangan dilakukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran.

Namun, kemudian keduanya menegaskan bahwa langkah tersebut juga berkaitan dengan keinginan untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

(Sumber: Antara)

x|close