G7 Bahas Pelepasan Cadangan Minyak Strategis di Tengah Lonjakan Harga Energi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2026, 08:05
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Negara anggota Group of Seven (G7). (ANTARA/Anadolu/py) Ilustrasi - Negara anggota Group of Seven (G7). (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Menteri Perdagangan Prancis, Serge Papin, menyampaikan bahwa para menteri keuangan, energi, serta bank sentral dari negara-negara anggota G7 akan membahas rencana pelepasan cadangan minyak strategis. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Prancis pada Sabtu, 30 Maret 2026, di tengah lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Menteri Keuangan Prancis, Roland Lescure, mengungkapkan bahwa forum ini menjadi yang pertama kali digelar dalam kurun waktu 50 tahun terakhir.

"Masalah pelepasan cadangan strategis akan dibahas di sana," kata Papin pada radio Europe 1.

Baca Juga: G7 Bahas Krisis Timur Tengah dan Rencana Pelepasan Cadangan Minyak Global

Sebelumnya, pada 11 Maret, negara-negara anggota International Energy Agency telah mencapai kesepakatan untuk melepas sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan darurat mereka. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas terganggunya pasokan energi global akibat situasi di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan meningkat sejak akhir Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Baca Juga: G7 Bicarakan Rencana Pengawalan Kapal di Timur Tengah

Eskalasi konflik di sekitar Iran turut menghambat distribusi energi global, khususnya melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke berbagai pasar dunia.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan ekspor dan produksi minyak di kawasan, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga energi secara global.

(Sumber: Antara)

x|close