Ntvnews.id, Jakarta - Serangan rudal terbaru yang diluncurkan Iran ke Israel pada Kamis dini hari memicu aktivasi sirene peringatan di berbagai wilayah, termasuk kawasan tengah, Yerusalem, serta sebagian wilayah utara. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan bangunan dan sejumlah korban luka.
Media Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan bahwa peluncuran rudal terdeteksi mengarah ke wilayah Israel bagian tengah dan kawasan Yerusalem. Sirene peringatan pun diaktifkan secara luas, termasuk di beberapa wilayah pendudukan di Tepi Barat.
Baca Juga: Iran Ajukan 5 Syarat Tegas untuk Akhiri Perang dengan Amerika-Israel, Apa Saja?
Peringatan juga terdengar di wilayah utara, seperti kota Ortal dan Ein Zivan di Dataran Tinggi Golan, serta komunitas Gonen, Lehavot HaBashan, dan Shamir di kawasan Galilea Panhandle. Laporan tersebut menyebutkan bahwa serangan terbaru melibatkan rudal klaster, dengan ledakan keras terdengar di wilayah Sharon.
Selain itu, beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat jatuhnya proyektil di wilayah Kafr Qasim, Israel bagian tengah. Sebuah bangunan juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk tokoh penting Iran, Ali Khamenei.
Baca Juga: Iran Perkuat Pertahanan Pulau Kharg, Antisipasi Operasi AS
Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel, serta beberapa negara lain seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. Serangan balasan tersebut juga menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan penerbangan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Serangan rudal Iran ke Israel. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)