IRGC Luncurkan Serangan Drone ke Fasilitas Militer AS di Kuwait, Arab Saudi dan Bahrain

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mar 2026, 22:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Iran meluncurkan rudal ke arah pangkalan-pangkalan militer AS di negara Teluk. ANTARA/Anadolu/py Ilustrasi - Iran meluncurkan rudal ke arah pangkalan-pangkalan militer AS di negara Teluk. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Kamis, 26 Maret 2026, menyatakan telah meluncurkan gelombang baru serangan drone yang menyasar fasilitas militer dan logistik milik Amerika Serikat di Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain, sebagaimana dilaporkan kantor berita semi-resmi Tasnim.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut bahwa serangan tersebut merupakan gelombang ke-82 dari operasi “True Promise 4” yang diluncurkan saat fajar, dengan target yang telah ditentukan sebelumnya. Sasaran meliputi pangkalan Arifjan di Kuwait, Al-Kharj di Arab Saudi, serta pangkalan Sheikh Isa di Bahrain.

IRGC menjelaskan bahwa serangan ini merupakan bentuk balasan atas serangan terhadap kota Khorramshahr di wilayah barat daya Iran.

Baca Juga: IRGC Rilis Video Detik-detik Rudal Bawah Laut Hantam Kapal Tanker Amerika

Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa target serangan mencakup fasilitas logistik pertahanan Amerika Serikat, unit penyimpanan bahan bakar, hanggar drone MQ-9, serta sistem komunikasi satelit.

IRGC menambahkan bahwa operasi dilakukan menggunakan amunisi jelajah dan diklaim “berhasil dilaksanakan”, serta menyatakan bahwa gelombang serangan berikutnya masih terus berlangsung.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026.

Baca Juga: IRGC Ancam Serang Pasukan Israel di Gaza Jika Serangan ke Lebanon Berlanjut

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan drone dan rudal yang menyasar wilayah Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi fasilitas militer Amerika Serikat.

Aksi balasan tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan sektor penerbangan.

(Sumber: Antara)

x|close