Ntvnews.id, Ankara - Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dijadwalkan mengajukan permohonan kepada hakim federal Amerika Serikat pada Kamis, 26 Maret 2026, untuk membatalkan dakwaan narco-terorisme yang menjeratnya.
Permohonan tersebut diajukan dengan alasan bahwa pemerintah AS telah menghambat kemampuannya dalam menyusun pembelaan hukum.
Sebelumnya, hakim federal Alvin Hellerstein telah menetapkan jadwal sidang guna memberi kesempatan kepada tim kuasa hukum Maduro dan istrinya, Cilia Flores, untuk meninjau bukti, menyusun mosi prapersidangan, serta membahas kemungkinan jadwal persidangan.
Dalam sidang tersebut, Maduro diperkirakan akan meminta agar perkara dibatalkan di tengah sengketa biaya hukum.
Baca Juga: Ribuan Warga Venezuela Desak Pembebasan Nicolas Maduro
Pengacaranya, Barry Pollack, menyatakan tidak dapat menerima pembayaran dari Venezuela tanpa adanya pengecualian terhadap sanksi AS yang hingga kini belum diberikan.
Pollack mengungkapkan bahwa Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS sempat memberikan izin untuk pembayaran biaya hukum, namun kemudian mencabutnya kembali.
Ia menegaskan bahwa akibat sanksi terhadap Maduro dan pemerintah Venezuela, setiap pembayaran membutuhkan otorisasi resmi.
Ia berpendapat bahwa pencabutan izin tersebut melanggar hak konstitusional Maduro untuk mendapatkan pembelaan hukum yang layak, pandangan yang juga didukung oleh tim hukum Flores.
Selain itu, mereka juga meminta agar dilakukan sidang untuk meninjau proses pengambilan keputusan pemerintah jika perkara tidak dibatalkan.
Di sisi lain, jaksa menyatakan bahwa pemberian izin sebelumnya merupakan kesalahan administratif yang kemudian diperbaiki.
Mereka menambahkan bahwa Maduro dan istrinya masih dapat menggunakan dana pribadi di Venezuela untuk membiayai pembelaan hukum mereka.
Namun, tim kuasa hukum menyebut akses terhadap dana tersebut sangat terbatas, meskipun secara hukum keduanya tetap berhak mendapatkan pengacara yang ditunjuk pengadilan.
Maduro dan Flores sendiri telah membantah seluruh dakwaan terkait narkoba dan senjata.
Baca Juga: Infografik: AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Pollack juga menyatakan akan menggugat legalitas penangkapan Maduro serta mengajukan argumen bahwa kliennya memiliki kekebalan hukum, mengingat dugaan pelanggaran terjadi saat ia masih menjabat sebagai presiden.
Maduro dan istrinya saat ini masih ditahan di fasilitas federal di New York setelah ditangkap pada 3 Januari 2026 dalam operasi militer AS di Caracas.
Mereka didakwa atas tuduhan narco-terorisme dan perdagangan kokain dalam kasus yang disebut sebagai ujian besar bagi penerapan hukum tersebut di AS.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)