Trump Ngaku Pernah Ditawari Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/pri Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/pri (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku pernah menerima tawaran untuk menjadi pemimpin tertinggi Iran. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya menolak tawaran tersebut.

Dilansir dari AFP, Jumat, 27 Maret 2027, Trump menyebut bahwa wacana tersebut disampaikan secara tidak resmi oleh pihak dari Teheran, setelah wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

"Tidak pernah ada kepala negara yang menginginkan jabatan itu lebih sedikit daripada kepala negara Iran. Kami mendengar mereka dengan sangat jelas. Mereka berkata, 'Saya tidak menginginkannya. Kami ingin menjadikan Anda pemimpin tertinggi berikutnya,'" ujar Trump.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya langsung menolak tawaran tersebut. "Tidak, terima kasih. Saya tidak menginginkannya," kata Trump saat menghadiri makan malam penggalangan dana tahunan Komite Kongres Republik Nasional (NRCC).

Baca Juga: Survei: Kepuasan Publik terhadap Trump Turun ke 36 Persen

Setelah meninggalnya Ali Khamenei, Iran kemudian menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang baru.

Trump juga mengklaim bahwa delegasi Iran sebenarnya ingin mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat dan tengah menjajaki proses negosiasi, meski tidak disampaikan secara terbuka.

"Tapi mereka takut mengatakan, karena mereka menduga akan dibunuh orang-orang mereka sendiri," kata Trump dalam pertemuan dengan anggota Partai Republik, Rabu, 25 Maret 2026, seperti dikutip dari AFP.

Ia menambahkan, "Mereka juga takut akan dibunuh oleh kami (pihak AS)."

Pernyataan Trump tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak bersedia bernegosiasi selama konflik masih berlangsung.

x|close