Trump Pertimbangkan Duduki Pulau Kharg Milik Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2026, 07:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/py. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mengkaji langkah militer ekstrem dengan menduduki Pulau Kharg, yang merupakan pusat utama ekspor minyak Iran.

Rencana ini disebut sebagai opsi cadangan atau Plan B apabila jalur negosiasi dengan Teheran tidak mencapai hasil. Laporan media Israel, Yedioth Ahronoth, mengungkapkan bahwa Trump berambisi mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat. Namun, jika tekanan diplomatik gagal, penguasaan wilayah strategis tersebut menjadi pilihan yang dipertimbangkan.

"Trump sangat ingin mengakhiri perang, dan jika itu gagal, dia akan merebut Pulau Kharg. Persiapan untuk skenario ini juga sedang berlangsung," tulis laporan tersebut mengutip sumber internal Israel, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Jumat, 27 Maret 2026.

Pulau Kharg memiliki peran vital bagi perekonomian Iran. Terletak sekitar 30 kilometer dari daratan utama di kawasan Teluk Persia, pulau ini menjadi jalur utama ekspor minyak dan gas Iran ke pasar internasional.

Baca Juga: Trump Klaim AS Berkomunikasi dengan Iran, Sebut Teheran Ingin Capai Kesepakatan

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan strategi Israel yang berupaya menekan Iran secara maksimal. Militer Israel disebut terus meningkatkan operasi untuk melemahkan kemampuan produksi militer Teheran secara menyeluruh.

Ketegangan antara AS dan Israel melawan Iran telah memuncak sejak 28 Februari lalu. Serangan udara gabungan dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran menggunakan drone dan rudal. Serangan tersebut tidak hanya menyasar wilayah Israel, tetapi juga pangkalan militer AS di Yordania, Irak, serta negara-negara di kawasan Teluk.

Konflik berkepanjangan ini turut mengguncang pasar global, khususnya sektor energi, serta mengganggu jalur penerbangan internasional.

x|close