Iran Ajukan Syarat Akhiri Perang dengan AS-Israel, Apa Saja?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel telah berlangsung hampir satu bulan sejak pecah pada 28 Februari 2026. Perang bermula dari serangan gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran yang turut menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan roket ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Ketegangan semakin meningkat setelah Teheran menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global.

Di tengah konflik yang terus memanas, AS sempat mengajukan proposal perdamaian. Iran merespons usulan tersebut, namun dengan mengajukan sejumlah syarat sebagai prasyarat penghentian perang.

Dilansir dari Press TV, Jumat, 27 Maret 2026, seorang pejabat senior Iran di bidang politik dan keamanan menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan membiarkan Presiden AS, Donald Trump, menentukan waktu berakhirnya perang.

"Iran akan mengakhiri perang ketika sudah memutuskan untuk melakukannya dan ketika syarat-syaratnya sendiri terpenuhi," kata pejabat Iran yang tak ingin disebut namanya.

Baca Juga: Senat Sebut Kenaikan Harga Akibat Konflik Iran Picu Warga AS Kurangi Konsumsi Makanan

Ia menambahkan bahwa Iran akan terus melanjutkan pertahanan dan memberikan “pukulan berat” kepada pihak lawan hingga seluruh tuntutan dipenuhi. Menurutnya, proposal yang diajukan Washington melalui berbagai jalur diplomatik dinilai “berlebihan” dan tidak mencerminkan kondisi di lapangan.

Pejabat tersebut juga membandingkan proposal terbaru dengan dua putaran negosiasi sebelumnya pada 2025 yang dianggap sebagai upaya yang tidak tulus. Ia menilai tawaran terbaru yang disampaikan melalui perantara Pakistan hanya merupakan taktik untuk meningkatkan tekanan.

Dalam pernyataannya, pejabat Iran merinci lima syarat utama agar perang dapat diakhiri, yakni penghentian total agresi dan serangan, pembentukan mekanisme jaminan agar perang tidak terulang, pembayaran ganti rugi yang jelas, penghentian konflik di seluruh front termasuk kelompok sekutu, serta pengakuan atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz.

Ilustrasi Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py. <b>(Antara)</b> Ilustrasi Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ia menegaskan bahwa syarat-syarat tersebut merupakan tambahan dari tuntutan sebelumnya dalam perundingan di Jenewa, beberapa hari sebelum serangan awal terjadi.

Iran juga telah menyampaikan kepada para mediator bahwa gencatan senjata hanya dapat terwujud jika seluruh syarat tersebut diterima.

"Tidak akan ada negosiasi yang diadakan sebelum itu," tegas pejabat tersebut.

Ia kembali menegaskan posisi Teheran bahwa perang akan dihentikan sesuai keputusan Iran sendiri. "Perang akan berakhir ketika Iran memutuskan untuk mengakhirinya, bukan ketika Trump membayangkan penyelesaiannya," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga menegaskan bahwa negaranya ingin mengakhiri perang dengan ketentuan yang menjamin konflik tidak terulang.

Baca Juga: Iran Perkuat Pertahanan Pulau Kharg, Antisipasi Operasi AS

"Tentu saja, kami menginginkan penghentian perang dengan syarat-syarat kami sendiri, dan dengan cara bahwa itu (perang) tidak akan terulang lagi di sini," katanya dalam wawancara dengan televisi pemerintah, seperti dilaporkan AFP.

Araghchi juga menegaskan bahwa Iran saat ini tidak berencana untuk bernegosiasi dengan AS dan akan terus melanjutkan perlawanan.

"Saat ini, kebijakan kita adalah melanjutkan perlawanan," kata Araghchi. "Kita tidak berniat untuk bernegosiasi -- sejauh ini, belum ada negosiasi yang terjadi, dan saya percaya posisi kita sepenuhnya berprinsip," ujarnya.

Ia bahkan menilai pembicaraan soal negosiasi saat ini sebagai bentuk kelemahan. "Berbicara tentang negosiasi sekarang adalah pengakuan kekalahan," katanya.

x|close